Tolak Masuk Koalisi Jokowi, PKB: PAN Partai Tak Konsisten

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 17:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 20 605 2081464 tolak-masuk-koalisi-jokowi-pkb-pan-partai-tak-konsisten-Kys3siIUP6.jpg Politikus PKB Maman Imanulhaq (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan tegas menolak kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi Kabinet Indonesia Kerja (KIK) jilid II pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Politikus PKB Maman Imanul Haq, PAN adalah partai yang tidak konsisten ketika diajak masuk ke dalam lingkaran kekuasaan. Hal itu, berkaca ketika KIK jilid I. Ketika itu, PAN diberi jatah menteri, tetapi ketika kampanye Pilpres 2019 justru mengusung Prabowo Subianto.

Baca Juga: PDIP: Gerindra Tak Usah Dimanjakan dengan Masuk Koalisi Jokowi 

"PKB itu koalisi konsisten tak pernah gabung kesana, masuk dapat menteri tengah jalan pindah lagi sekarang dekat lagi kaya PAN lah saya katakan. Opurtunis partai perlu tapi moralitas partai perlu dibangun," kata Maman dalam diskusi Polemik MNCTrijaya bertajuk 'Ngebut Munas Parpol, Jelang Kabinet Baru' di Restoran D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Diskusi Polemik MNC Trijaya Berjudul Ngebut Munas Parpol, Jelang Kabinet Baru di D'Consulate Resto, Jakarta (foto: Puteranegara B/Okezone)	 

Selain PAN, Maman juga menolak keras kehadiran PKS ke dalam koalisi Jokowi. Pasalnya, kata dia, parpol yang berada dilingkaran kekuasaan harus memiliki loyalitas.

Menurutnya, konsitensi mengawal pemerintahan lima tahun kedepan menjadi sangat penting. Bukan sekadar, mengganggu atau menjadi benalu di koalisi itu sendiri.

"Dan sebaiknya ada juga partai yang tidak usah masuk. Yang tak jelas didalam merecoki daripada ganggu lebih baik disana aja sebagian. Kan sudah seperti PAN dan PKS itu tak jelas semua," ujar Maman.

Kendati demikian, Maman menekankan, seluruh kebijakan soal koalisi memang berada sepenuhnya di tangan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Golkar: Jokowi Butuh Dukungan Partai yang Solid 

Namun, disisi lain, Maman berharap Gerindra, PAN dan PKS bergerak di luar kekuasaan. Menurutnya, konsistensi menjadi oposisi diperlukan sebagai penyeimbang berjalannya roda pemerintahan.

"Saya kalau ditanya 02 masum ke dalam itu hak presiden. Integritas Gerindra itu teruji seperti PDIP. PDIP itu sanggup 10 tahun jadi oposisi Gerindra jadi oposisi silahkan itu lebih penting bagi republik ini," tutur Maman.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini