“Kami optimis BEC 2019 akan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Ini bisa dilihat dari rundown acara, di mana panitia akan membangun banyak stage. Selain pangung utama, ada 10 panggung lain di sepanjang rute karnaval,” ungkapnya.
Staf Ahli Menpar Bidang CoE Esthy, Reko Astuti megatakan event ini sendiri menggunakan kriteria 5C, yaitu Creative Value, Commercial Value, Communication Value, Commitment CEO, dan Consistency. Penyelenggaraan dilakukan seara profesional serta melibatkan koreografer, arranger, dan desainer tingkat nasional.
“Event dikemas sedemikian rupa sehingga camera genic. Untuk itu akan ditempatkan fotografer di posisi paling strategis. Panitia juga menyediakan panggung yang besar karena ini memang event akbar,” bebernya.
Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia adalah komitmen semua pihak yang terlibat dalam gelaran BEC kali ini. Terlebih Banyuwangi bisa diakses dengan mudah karena sudah didukung bandara bertaraf internasional.
“Bandara Banyuwangi sudah menjadi bandara internasional, dengan penerbangan internasional pertama oleh Citilink dari dan ke Kuala Lumpur pada 19 Desember 2018. Sejauh ini, empat maskapai yang sudah masuk Bandara Banyuwangi yaitu Citilink, Garuda Indonesia, Wings Air, dan Batik Air,” tandasnya.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.