nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Minta Masyarakat Kurangi Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 21 Juli 2019 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 21 338 2081685 pemprov-dki-minta-masyarakat-kurangi-penggunaan-kantong-plastik-sekali-pakai-yUcFLliOaT.jpg Petugas Sedang Membersihkan Sampah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh warga Ibukota untuk mengurangi pengggunaan plastik sekali pakai. Hal tersebut karena ketika plastik menjadi sampah maka membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andoro Warih mengatakan, sampah warga Jakarta mencapai 7.500 ton yang masuk ke TPST Bantargebang per hari. Dari jumlah itu sebanyak 14 persennya atau lebih dari 1.000 ton merupakan sampah plastik yang didominasi oleh plastik sekali pakai.

“Jenis kantong belanja plastik saja, setiap harinya sebanyak 650-800 ribu lembar yang masuk ke TPST Bantargebang,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).

Baca Juga: Sampah HUT Ke-492 DKI Jakarta Capai 73 Ton

Sampah

Gerakan perubahan gaya hidup warga untuk menggurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi strategi yang efektif dalam pengurangan sampah plastik. Menurut dia, kini telah banyak tersedia alternatif produk di pasaran yang lebih ramah lingkungan dan dapat menjadi pengganti penggunaan plastik sekali pakai.

“Tas lipat dan keranjang belanja sebagai ganti kantong plastik, kotak makan sebagai ganti styrofoam, tumbler sebagai ganti membeli air kemasan plastik, dan sedotan bambu atau stainless steel sebagai ganti sedotan plastik. Kami mendorong gerakan masyarakat untuk bersama bergaya hidup mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

Ia mengaku sedang menyusun regulasi untuk mengatur penggunaan plastik. Peraturan yang sedang dirancang bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat konsumen menjadi perilaku yang lebih ramah lingkungan.

"Instrumen hukum kami tempatkan sebagai alat perubahan adab dan budaya masyarakat, social engineering,” kata dia.

Ia menyatakan bakal lebih sering melakukan sosialisasi kepada para pedagang kaki lima mengenai persepsi pengurangan penggunaan kantong belanja plastik.

"Datanya akan kami gunakan untuk merumuskan strategi dan kebijakan pengurangan sampah plastik di Jakarta," tuturnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini