nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelombang Setinggi 7 Meter Diperkirakan Terjadi di Pantai Selatan Yogyakarta

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 20:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 22 510 2082223 gelombang-setinggi-7-meter-diperkirakan-terjadi-di-pantai-selatan-yogyakarta-H5wNaCXIXJ.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

GUNUNGKIDUL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan akan terjadi gelombang tinggi pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam sepekan ke depan, dimulai pada Rabu (24/7/2019) dengan ketinggian gelombang air laut mencapai 19 feet atau 6-7 meter.

Untuk mencegah dampak yang ditimbulkan akibat gelombang tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan SAR Linmas Korwil II Gunungkidul memberikan imbauan kepada warga pesisir, nelayan, wisatawan, dan warga yang beraktivitas di perairan laut mengurangi aktivitas yang berkaitan dengan laut.

“Antisipasi sudah kita lakukan karena jika terjadi gelombang tinggi mencapai 19 feet merupakan titik tertinggi gelombang laut pantai selatan,” kata Koordinator Tim SAR Korwil II Marjono, mengutip KRjogja.com, Senin (22/7/2019).

Mengingat di wilayah perairan laut Gunungkidul dan sekitarnya merupakan kawasan operasional para nelayan yang cukup banyak mencapai ratusan, pihaknya mengimbau seluruh pelaku usaha penangkapan ikan laut mulai waspada. Antisipasi ini dilakukan untuk meminimalkan kerusakan jika terjadi gelombang pasang seperti tahun lalu.

Tahun lalu, gelombang tinggi tidak hanya memorak-porandakan tempat usaha, lapak dan fasilitas wisata, tetapi juga banyak kapal milik nelayan hancur. Karena itu, untuk menghindari dampak kejadian serupa pihaknya melakukan berbagai antisipasi, termasuk imbauan kepada para wisatawan.

Gelombang tinggi di laut (Antara)

“Berwisata di pantai Gunungkidul tidak ada masalah. Yang terpenting tidak melanggar imbauan untuk tidak berenang dan mandi di laut,” ucapnya.

Koordinator SAR Linmas Korwil II Sunu Handoko Bayu Segoro menambahkan, tanda-tanda akan terjadi gelombang tinggi sudah terlihat sejak Minggu 21 Juli 2019. Karena itu, pihaknya langsung melakukan berbagai antisipasi, di antaranya meminta para nelayan untuk mengevakuasi kapal agar menjauhi pantai.

Selain itu, pihaknya meminta nelayan meningkatkan kewaspadaan, karena datangnya gelombang tinggi meskipun bisa diprediksi, tidak diketahui datangnya malam, pagi, atau siang hari. Terpenting kewaspadaan agar tetap terjaga.


Baca Juga : BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

“Kita berharap gelombang tinggi tidak menimbulkan dampak terjadinya kerusakan. Setidaknya jumlah kerusakan bisa diminimalkan, termasuk kapal maupun fasilitas umum,” ucapnya.

Ketinggian gelombang mencapai 19 feet memang tergolong tinggi dan ombak bisa menggenangi daratan dan menerjang pantai.


Baca Juga : BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Bali

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini