nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Sebut Iran Ngibul Telah Tangkap 17 Agen CIA

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 10:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 23 18 2082393 trump-sebut-iran-ngibul-telah-tangkap-17-agen-cia-9QB7iiFxbu.jpg Presiden AS Donald Trump. Foto/Reuters

WASHINGTON - Presiden Donald Trump pada Senin (22/7) menyebut Iran telah mengibul yang mengklaim telah menangkap 17n mata-mata agen CIA.

"Itu benar-benar cerita yang salah. Itu kebohongan lain," kata Trump mengutip AP News, Selasa (23/7/2019).

Di Teheran, seorang pejabat intelijen Iran mengatakan pada konferensi pers bahwa penangkapan terjadi selama beberapa bulan terakhir, dan orang-orang yang ditahan bekerja di "situs-situs sensitif" di fasilitas militer dan nuklir negara itu. Sejumlah agen yang ditangkap juga ada yang sudah dihukum mati.

Baca juga: Cara CIA Rekrut Mata-Mata Diungkap Film Dokumenter Iran

Baca juga: Garda Revolusi Iran Ejek Inggris Terkait Penahanan Tanker di Selat Hormuz

Trump mengatakan Iran juga berbohong soal kehilangan pesawat tak berawak (drone) yang sebelumnya dia umumkan telah dihancurkan oleh kapal perang AS di dekat pintu masuk ke Teluk Persia.

Foto/Reuters

Trump mengatakan Iran tidak menghormati Amerika Serikat, dan dia menyebut Iran negara campur aduk.

"Mereka memiliki banyak masalah," katanya. "Jadi, apa pun itu, aku hanya akan duduk dan menunggu melihat apakah Teheran akan setuju untuk menegosiasikan batasan program nuklirnya dan kegiatan lainnya.”

Foto/Reuters

Ia menekankan, "Jika mereka ingin membuat kesepakatan, terus terang itu semakin sulit bagi saya ingin membuat kesepakatan dengan Iran karena mereka berperilaku sangat buruk. Mereka mengatakan hal-hal buruk. "

Para kritikus mengatakan keputusan Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden Barack Obama, serta menggandakan sanksi ekonomi, telah menetapkan panggung bagi Iran untuk menyerang Barat dan bisa memicu perang.

Ketegangan meningkat pada Jumat pekan lalu ketika Iran menyita tanker minyak berbendera Inggris di Selat Hormuz. Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menyebut serangan itu "tindakan pembajakan negara" yang katanya harus dipenuhi dengan reaksi internasional yang terkoordinasi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini