nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Murah, Penjualan Telur Gagal Tetas Marak di Jembrana Bali

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 23:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 23 244 2082704 lebih-murah-penjualan-telur-gagal-tetas-marak-di-jembrana-bali-7k7YFiQCzi.jpg Foto: Balipost

NEGARA - Munculnya keluhan para peternak ayam petelur di Jembrana terkait beredarnya telur afkir disikapi pemerintah daerah. Telur afkir sendiri merupakan telur gagal tetas yang bisa dibilang rusak, memiliki cangkang yang lebih tipis dan mengelupas namun isinya diklaim masih bagus.

Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jembrana, turun ke sejumlah lokasi yang diduga sumber telur yang dikeluhkan itu.

Selain ke pedagang, petugas juga menyasar dua pabrik penetasan telur yang berada di Kecamatan Melaya. Dari pengecekan, petugas mendapati salah satu perusahaan penetasan telur mengeluarkan telur afkir dalam kondisi utuh, tanpa dipecahkan terlebih dahulu.

Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Gusti Ngurah Bagus Rai Mulyawan, seusai pengecekan mengungkapkan di kedua perusahaan penetasan telur itu memang menghasilkan limbah berupa telur gagal menetas atau acap disebut telur afkir. Selain itu juga ada ada mengeluarkan telur tidak layak tetas.

Ilustrasi

Khusus untuk telur tidak layak tetas, jelasnya, sesuai standar penyalurannya hanya ke luar Bali. Telur tersebut biasanya digunakan untuk bahan roti. “Untuk penyaluran telur gagal tetas itu juga melalui vendor (tidak langsung perusahaan),” tandasnya.

Dari penelusuran ada dua vendor lokal yang menyalurkan telur tersebut, yakni yang berkedudukan di Desa Candikusuma dan Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Semestinya sesuai aturan, penyaluran telur gagal menetas ini dilakukan dengan kondisi sudah dipecah. Sebab, telur ini sudah termasuk limbah. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak disalahgunakan. Semisal dijual kembali ke masyarakat.

Selain melakukan penelusuran ke dua perusahaan penetasan telur, petugas juga mengecek ke sejumlah warung yang diduga menjual telur afkir. Namun dari pengecekan hanya ditemukan penjualan telur dari ayam petelur.

Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama menambahkan meskipun belum ditemukan adanya peredaran jenis telur gagal menetas di pasaran, petugas tetap akan melakukan pengawasan. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk hati-hati dalam memilih telur.

Jangan hanya tergiur harga yang lebih murah. Telur tidak layak tetas, menurutnya, aman dikonsumsi, asalkan tidak dalam kondisi busuk.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini