nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khofifah: Pemadaman Gunung Panderman Gunakan Metode Sekat Bakar

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 00:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 23 519 2082710 khofifah-pemadaman-gunung-panderman-gunakan-metode-sekat-bakar-kKO4LIBg5q.jpg Gunung Panderman terbakar (Foto: Avirista/Okezone)

SURABAYA - Pemprov Jatim menerjunkan 185 personil untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di Gunung Panderman, Kota Batu sejak Minggu (21/7/2019) malam. Rinciannya dari Perhutani KPH Malang sebanyak 30 Orang, BPBD berjumlah 50 Orang, LMDH sebanyak 90 Orang, KTH Pandean dan LPL Bumi Hijau ada15 Orang.

Kemudian masih dibantu personil dari kepolisian, TNI dan para relawan. Kebakaran ini sebagian besar terjadi pada tanaman bawah, serasah dan ilalang. Kondisi ini sebagian sulit dijangkau karena terjal dan bebatuan. Penyebab kebakaran diduga karena faktor alam bila dilihat dari sebaran titik api.

"Persisnya (penyebab kebakaran di gunung Panderman) akan ditelaah tim khusus yang akan melakukan penyelidikan terkait kebakaran hutan ini," terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (23/7/2019).

Gunung Panderman

Menurut Khofifah, telah dilakukan pemadaman api di tiga titik yakni titik Parang Putih dan Tingsen, serta titik Puncak sampai dengan Senin (22/7) sore pukul 15.00 WIB. Di titik Parang Putih dan Tingsen api skala kecil sudah dapat dipadamkan dan sudah dibuat sekat bakar ringan serta pembakaran terbalik pada lokasi yang terjangkau.

Untuk lokasi yang sulit terjangkau (terjal) serta api skala besar belum bisa dipadamkan secara konvensional. Sedangkan di titik puncak api sudah dapat dikendalikan.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Gunung Panderman Kian Meluas

“Pagi ini pukul 07.00 WIB telah dilaksanakan apel pagi penanganan lanjutan dengan titik kumpul di Rach Megastar. Penanganan ini akan menggunakan metode sekat bakar dengan estimasi panjang 5 km lebar 3 meter dan pembakaran terbalik. Saya terus memantau perkembangannya setiap saat,” papar Khofifah.

Khofifah menambahkan, pihaknya mengimbau kepada para pendaki untuk benar-benar mematuhi aturan pendakian, menjaga lingkungan hutan dengan baik sehingga kejadian kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah bersama.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini