nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upaya Indonesia di DK PBB Terkait Israel Bongkar Rumah Warga Palestina Dihalangi AS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 11:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 25 18 2083371 upaya-indonesia-di-dk-pbb-terkait-israel-bongkar-rumah-warga-palestina-dihalangi-as-kcnkUcYXme.jpg Alat berat milik Israel hancurkan rumah warga Palestina di Sur Bahir. Foto/AFP

NEW YORK – Upaya Indonesia, Kuwait dan Afrika Selatan yang meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk pembongkaran rumah warga Palestina oleh Israel di Sur Bahir dihalangi Amerika Serikat.

Israel mengatakan 10 bangunan rumah warga yang dihancurkan pada Senin, sebagian besar masih dalam pembangunan, dibangun secara ilegal dan menimbulkan risiko keamanan bagi angkatan bersenjata Israel yang beroperasi di sepanjang penghalang yang melintasi Tepi Barat yang diduduki.

Kuwait, Indonesia, dan Afrika Selatan telah mengeluarkan pernyataan 5 paragraf kepada Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang. Isi pernyataan menyatakan keprihatinan serius dan memperingatkan bahwa pembongkaran itu “merusak kelangsungan solusi dua negara dan prospek untuk perdamaian yang adil dan abadi. "

Pernyataan seperti itu harus disepakati melalui konsensus, dan Amerika Serikat mengatakan kepada para anggota dewannya bahwa mereka tidak mendukung teks tersebut, kata seorang diplomat tanpa menyebut namanya mengutip Reuters, (25/7/2019).

Foto/Reuters

Draf tiga paragraf direvisi, tetapi Amerika Serikat tetap tidak setuju dengan teks tersebut.

Amerika Serikat telah lama menuduh PBB memiliki bias anti-Israel dan melindungi Israel dari tindakan dewan.

Baca juga: Indonesia Kecam Tindakan Israel yang Hancurkan Perumahan Warga Palestina di Sur Bahir

Baca juga: Menlu Al-Maliki: AS Buat Rencana Penyerahan Palestina ke Israel, Bukan Perjanjian Damai

Israel merebut Tepi Barat pada perang Timur Tengah tahun 1967 dan kemudian mencaplok Yerusalem Timur. Berdasarkan hukum internasional, kedua daerah itu dianggap sebagai kawasan pendudukan, tapi Israel menyanggah.

Jason Greenblatt, Utusan Timur Tengah Presiden AS Donald Trump dan penasihat senior Trump Jared Kushner telah menghabiskan dua tahun mengembangkan rencana perdamaian yang mereka harap akan memberikan kerangka kerja bagi pembicaraan baru antara Israel dan Palestina.

Foto/Reuters

Greenblatt mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa rencana perdamaian tidak dapat mengandalkan konsensus global, hukum internasional yang tidak konklusif dan resolusi AS yang "tidak jelas", yang memicu penolakan dari beberapa negara. Dia mengatakan keputusan tentang pelepasan komponen politik dari rencana AS akan dibuat "segera."

Sekitar 700 polisi dan 200 tentara Israel terlibat dalam operasi penghancuran di desa Wadi Hummus, di kawasan Sur Bahir.

Mereka membawa alat berat dan menghancurkan 10 bangunan yang dihuni 17 orang.

Salah seorang warga, Ismail Abadiyeh mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia dan keluarganya terpaksa menggelandang di jalan."

Pria lain yang memiliki rumah yang tengah dibangun mengatakan ia "kehilangan segalanya."

"Saya punya izin membangun dari Otorita Palestina. Saya mengira saya telah melakukan hal yang benar," kata warga lainnya, Fadi al-Wahash kepada kantor berita Reuters.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini