nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Masyarakat dan Pengunjung Dievakuasi dari Kawah

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 17:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 525 2084040 pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah-1bSF7MLjSH.jpg Erupsi Gunung Tangkuban Parahu (foto: BNPB)

BANDUNG - Petugas pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), Ilham Mardikaryanta mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan evakuasi terhadap pengunjung dan masyarakat yang berada di dekat kawah, pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

"Saat ini dilakukan evakuasi untuk pengunjung dan masyarakat yang berada di atas," ujar Ilham saat dihubungi, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas 

Erupsi Gunung Tangkuba Parahu (foto: PVMBG)

Gunung Tangkuban Parahu erupsi sekira pukul 15.48 WIB sore tadi. Ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 200 meter dari puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Tangkuban Parahu, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (± 2.284 m di atas permukaan laut)," kata Kepala PVMBG Kasbani, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data yang diterima, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 30 detik," ucap dia.

Saat ini gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal) dengan rekomendasi diantaranya masyarakat di sekitar gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Tangkuban Parahu.

Baca Juga: Penjelasan PVMBG Tentang Gempa Sukabumi Tak Berpotensi Tsunami Meski Pusatnya di Laut 

Serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

Kemudian masyarakat di sekitar Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini