SAR: Masyarakat Sudah Dievakuasi, Tak Ada Korban Jiwa Akibat Erupsi Gunung Tangkuban Parahu

CDB Yudistira, Okezone · Jum'at 26 Juli 2019 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 26 525 2084185 sar-masyarakat-sudah-dievakuasi-tak-ada-korban-jiwa-akibat-erupsi-gunung-tangkuban-parahu-DJRperJvOL.jpg Foto: Ist

BANDUNG - Sehubungan dengan erupsi Gunung Tangkuban Parahu, kantor SAR Bandung meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaaan dengan memberangkatkan Tim Rescue menuju Gunung Tangkuban Parahu.

Hal itu untuk melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait yang berada di lokasi guna memberikan pelayanan SAR yang optimal. Kantor SAR Bandung telah berkoordinasi dengan PVMBG Bandung, BPBD Provinsi Jawa Barat, Pos Pantau Gunung Tangkuban Parahu, SAR Pasundan, unsur TNI serta Polri.

"Bahwa saat ini kondisi sudah normal, kemudian pengunjung wisata Tangkuban Parahu, pendaki gunung Tangkuban Parahu dan masyarakat sekitar sudah dievakuasi," kata Deden Ridwansah, Kepala Kantor SAR Bandung, saat dihubungi, Jumat (26/7/2019).

Ilustrasi

Berdasar informasi yang didapat Basarnas, sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan para pengunjung sudah berhasil di evakuasi, dan untuk keadaan gunung berada di level 1.

"Kantor SAR Bandung berfokus pada pencarian dan pertolongan, oleh karenanya siaga tim di lokasi sangat diperlukan untuk menunjang kesiap siagaan tim jika terjadi hal yang tidak diinginkan" ucap dia.

Seperti diketahui, terjadi erupsi di Gunung Tangkuban Parahu, pada pukul 15.48 WIB, Jumat (26/7/2019). Ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 200 meter dari puncak.

Baca Juga: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas

"Terjadi erupsi Gunung Tangkuban Parahu, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (± 2.284 m di atas permukaan laut)," kata Kepala PVMBG Kasbani, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data yang diterima, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 30 detik," ucap dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini