nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Gibran dan Kaesang Jadi Cawalkot Solo, Terjadi Politik Dinasti?

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 07:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 27 512 2084259 jika-gibran-dan-kaesang-jadi-cawalkot-solo-terjadi-politik-dinasti-q2vQny1udt.jpg Kaesang Pangarep dan sang kakak Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai sangat wajar jika dua putra Presiden Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangaraep masuk bursa calon Wali Kota Solo periode 2020–2025.

Penilaian Ujang tersebut berdasarkan popularitas tinggi yang dimiliki Gibran dan Kaesang lantaran keduanya merupakan putra dari Kepala Negara yang juga pernah memimpin Kota Solo.

Baca juga: Gibran dan Kaesang Masuk Figur Potensial Calon Wali Kota Solo 2020 

"Artinya kan ketika popularitas tinggi, itu kan kemungkinan besar ketika dia menunjukkan kemungkinan terpilihnya besar. Artinya, elektabilitasnya akan tinggi," ujar Ujang ketika berbincang dengan Okezone, Jumat 26 Juli 2019.

Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Instagram @jokowi_marufaminofficial)

"Karena apa? Karena dia anak seorang Presiden. Memiliki kekuasaan, jaringan, memiliki finansial, power yang bisa memenangkan anaknya itu," tambahnya.

Baca juga: Jokowi Senang Gibran & Kaesang Jadi Kandidat Calon Wali Kota Solo 

Jika nantinya Gibran dan Kaesang memutuskan melaju jadi calon wali kota Solo, maka Ujang menyebutkan kalau politik dinasti di Indonesia tidak pernah hilang.

Terlepas dari hal itu, Ujang mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah, termasuk Kaesang dan Gibran jika mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Baca juga: KPU Ragu Bisa Perpendek Masa Kampanye Pilkada 2020 

"Dalam konteks ini sebenarnya kita tidak lepas dari menjamurnya politik dinasti di Indonesia. Kalau memang benar-benar maju gitu kan. Kan setiap hak warga negara memang untuk maju," ungkap Ujang.

"Dalam konteks dinasti politik, dalam undang-undang kan memang tidak dilarang, boleh-boleh saja. Karena sebagai warga negara, ketika masyarakat memercayakan dipilih, itu sah-sah saja. Asalkan melalui kontestasi politik yang terbuka dan fair," paparnya.

Baca juga: Ini Kata KPU soal E-Voting pada Pilkada 2020 

Sebagaimana diketahui, nama dua putra Jokowi itu menjadi figur potensial melaju sebagai calon wali kota Solo. Hal ini berdasarkan riset Ketua Laboratorium Kebijakan Publik Unisri, Suwardi, selama satu bulan, tepatnya periode akhir Juni hingga pertengahan Juli 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini