nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

15 Wisatawan Sesak Napas Terkena Erupsi Gunung Tangkuban Parahu

Sabtu 27 Juli 2019 03:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 27 525 2084230 15-wisatawan-sesak-napas-terkena-erupsi-gunung-tangkuban-parahu-82THmi6gSd.jpg Erupsi Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: Ist)

BANDUNG – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan sebanyak 15 wisatawan mengalami sesak napas akibat erupsi yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat 26 Juli 2019 sore.

"Ada 15 wisatawan yang terdampak sesak napas dan sudah dibawa ke Sespim Porli Lembang," kata Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat Budi Budiman Wahyu, seperti dikutip dari Antaranews, Sabtu (27/7/2019).

Baca juga: Tangkuban Parahu Erupsi, Sandiaga Imbau Utamakan Keselamatan dan Tidak Panik 

Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Tak ada juga ada warga yang mengungsi.

Budi mengatakan, BPBD Provinsi Jawa Barat sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat dan PVMBG.

"Kami juga telah menurunkan tim untuk asesmen, kemudian kami beserta Tim Gabungan BPBD KBB dan BPBD Kabupaten Subang siaga di pos Pantau PVMBG," kata dia.

Budi mengimbau kepada warga agar tetap waspada dan memerhatikan arahan dari petugas. Kemudian tidak terpancing isu yang tak bertanggung jawab.

"Untuk titik aman diimbau 2 kilometer dari lokasi. Lokasi ke permukiman kurang lebih 7 kilometer," kata dia.

Baca juga: Hembusan Asap Berwarna Putih, Aktivitas Vulkanologi Gunung Tangkuban Parahu Menurun 

Menurut Budi, saat ini Gunung Tangkuban Parahu berada pada status Level I (Normal) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas.

"Kemudian warga atau wisatawan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam Kompleks Gunung Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini