Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita di Balik Tari Kabasaran, Tarian Tradisional Pembuka Manado Fiesta 2019

Cerita di Balik Tari Kabasaran, Tarian Tradisional Pembuka Manado Fiesta 2019
Foto: Kemenpar
A
A
A

MANADO - Ada yang menarik jelang pembukaan Manado Fiesta 2019 pada Sabtu 27 Juli 2019. Seluruh petinggi atau pejabat yang datang disambut riuh sekelompok Penari Kabasaran di gerbang atau jalanan masuk venue. Tak terkecuali pada Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziani.

Walikota Manado GS Vicky Lumentut mengatakan, Tari Kabasaran adalah tarian tradisional masyarakat Minahasa. Meski sekarang dipakai untuk menyambut tamu kebesaran, namun siapa sangka dahulu tarian ini justru sejenis tarian perang.

"Dalam kisahnya, para penari ini bekerja sebagai petani atau menjadi penjaga keamanan desa di Minahasa. Tetapi jika wilayah mereka terancam akan diserang musuh, para penari akan berubah menjadi waranei atau prajurit perang," jelasnya.

Menurut adat Minahasa, penari kabasaran harus berasal dari keturunan sesepuh penari kabasaran juga. Sehingga, tidak semua laki-laki Minahasa mempunyai kesempatan untuk menjadi penari kabasaran. Karena sifatnya yang turun temurun, setiap penari juga memiliki sebuah senjata yang juga diwariskan secara turun temurun. Senjata warisan inilah yang dipakai saat menari.

Penari Kabasaran memakai kostum dengan dominasi warna merah. semacam rumbai-rumbai dari kain tenun khas Minahasa. Di kepala tersemat semacam mahkota kepala burung rangkong, lengkap dengan bulu-bulunya. Aksesoris yang dikenakan antara lain kalung tengkorak monyet, sehingga menambah kesan sangar pada penampilannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement