Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pascagempa Magnitudo 5,2 Guncang Lebak Banten, Aktivitas Warga Kembali Normal

Pascagempa Magnitudo 5,2 Guncang Lebak Banten, Aktivitas Warga Kembali Normal
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

LEBAK – Pagi ini, Senin (29/7/2019), aktivitas masyarakat Pantai Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali normal pascagempa magnitudo 5,2 yang terjadi pada Minggu (28/7/2019) pukul 21.25 WIB.

"Warga sempat berhamburan keluar rumah ketika merasakan gempa magnitudo 5,2 itu," kata Camat Wanasalam Cece Saputra di Lebak, mengutip Antaranews, Senin.

Saat ini, masyarakat kembali melaksanakan berbagai kegiatan, seperti melaut, berdagang, bertani, dan di perkantoran secara normal.

Pesisir Pantai Wanasalam Kabupaten Lebak merupakan "zona merah" gempa tektonik dan tsunami sebab berhadapan langsung dengan perairan Samudera Hindia.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah membangun gedung "shelter" dengan empat tingkat di Desa Muara Binuangeun untuk menampung ribuan orang dari ancaman tsunami.

Namun, saat gempa magnitudo 5,2 yang terjadi Minggu (28/7) malam, tidak ada warga berlarian ke gedung tersebut.

Gempa Banten. (Twitter)

Selain itu, pemerintah kecamatan terus mengoptimalkan sosialisasi tentang mitigasi bencana guna meningkatkan pemahaman warga tentang bagaimana menghadapi gempa dan tsunami.

Ia mengatakan, sosialisasi tentang mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kebencanaan.

"Kami setiap mengunjungi warga juga rapat-rapat selalu menyampaikan kewaspadaan bencana gempa dan tsunami itu," katanya.

Dia mengatakan gempa magnitudo 5,2 tidak menimbulkan kerusakan, meski lokasinya cukup berdekatan dengan pusat gempa di Muara Binuangeun. Getaran gempa berlangsung delapan detik dan tidak ada gempa susulan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) pusat gempa berada 59 km barat daya Bayah-Banten 67 km tenggara Muara Binuangeun-Banten 75 km barat daya Kabupaten Sukabumi, Jabar 146 km barat daya Serang, Banten dan 164 km barat daya Jakarta-Indonesia. Kedalaman gempa 10 kilometer dengan koordinat 7,42 Lintang Selatan dan 106,03 Bujur Timur itu, tidak berpotensi tsunami.

"Kami selalu meningkatkan kewaspadaan karena Pantai Wanasalam sebagai daerah 'zona merah' bencana gempa dan tsunami," katanya.

Ilustrasi (Shutterstock)

Iming (45), nelayan di Pantai Wanasalam, Kabupaten Lebak, mengaku bersama nelayan lain tetap melaut dan tidak terpengaruh gempa tersebut.

Meski demikian, ia tetap selalu waspada jika merasakan gempa guna mengantisipasi risiko kebencanaan.

"Kami di sini sudah biasa merasakan gempa karena lokasinya sangat berdekatan dengan pusat gempa. Kami dan anggota keluarga malam tadi sempat keluar rumah saat gempa terjadi," katanya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement