nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Usir Pelaku Pernikahan Sedarah di Luwu

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 15:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 29 609 2084978 warga-usir-pelaku-pernikahan-sedarah-di-wulu-hKcPrdAgBI.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MAKASSAR - Seorang pria berinisial A (38) warga asal Desa Lamunre Tengah, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, nekat menikahi adiknya berinisial BI (30). Akibatnya keduanya diusir dari tempat tinggalnya, lantaran ketahuan menjalin hubungan terlarang hingga punya anak.

Kasat Reksrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam membenarkan dengan terungkapnya hubungan sedarah tersebut. Warga yang mengetahui, langsung mendatangi rumah pelaku. Beruntung dengan sigap personel gabungan Polsek Belopa yang dibackup Reksrim Polres Luwu langsung melakukan proses evakuasi tehadap keluarga pelaku.

"Warga mendatangi rumah orangtua pelaku yang sementara di rumah itu berada ibundanya bersama tiga orang cucunya," kata AKP Faisal, saat dihubungi wartawan, Senin (29/7/2019).

 Baca juga: Pelaku Pernikahan Sedarah di Luwu Ternyata Hamil Anak Ketiga

Dia mengatakan, saat kedatangan warga bertujuan untuk mengusir secara paksa keluarga pelaku, lantaran kampung halamannya tidak ingin akan ada apa-apa yang terjadi akibat pernikahan sedarah itu.

"Kami menerima informasi menyebutkan bahwa warga mendatangi rumah pelaku yang sementara lagi diperiksa di kantor. Jadi saat diamankan warga datang ke rumahnya," lanjutnya.

 Pelaku pernikahan sedarah

Aparat kepolisian yang menerima laporan, langsung bergerak cepat ke lokasi, rumah pelaku pernikahan sedarah itu.

"Disana kami langsung membubarkan aksi warga dengan melakukan tindakan preventif dengan meberikan pemahaman bahwa kasus hubungan terlarang itu sudah dalam penanganan kami," jelasnya.

 Baca juga: Ini Pengakuan Kakak Nikahi Adik Kandung di Sulsel hingga Punya 2 Anak

Setelah diberikan pemahaman lanjutnya, warga pun membubarkan diri, selanjutnya Ibunda bersama 3 orang cucunya itu dievakuasi ke kantor polisi lalu ke rumah keluarganya.

Warga bermaksud mengusir penghuni rumah untuk meninggalkan kampung tersebut. Polisi pun memberikan pemahaman agar tidak bertindak anarkis, sebab Asri dan adiknya BI itu sudah dalam penanganan pihak kepolisian.

"Setelah itu warga pun membubarkan diri hingga situasi dalam kondusif aman. Meski begitu lokasi tetap dalam pengamanan oleh sejumlah petugas Kepolisian dan TNI," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini