nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Death Adder, Ular Beracun Paling Mematikan di Dunia yang Tewaskan Bripka Desri

Saldi Hermanto, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 02:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 30 340 2085202 mengenal-black-adder-ular-beracun-paling-mematikan-di-dunia-yang-tewaskan-bripka-desri-pw5Kv4njHd.JPG Ular Death Adder yang biasa hidup di daratan Australia dan Papua (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA - Seekor ular beracun merenggut nyawa anggota Satbrimobda Polda Sumatera Barat (Sumbar) yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Polda Papua, Bripka Desri Sahrondi.

Bripka Desri yang juga tergabung dalam Satgas Amole pengamanan obyek vital nasional PT Freeport Indonesia itu dinyatakan meninggal dunia pada Senin (29/7/2019) pagi setelah sebelumnya digigit ular jenis death adder pada Sabtu, 27 Juli 2019 lalu. Lantas seberapa berbahayanya kah ular jenis death adder ini? 

Anggota Reptile Timika Communities (RTC), Jessi Kukuh mengungkapkan bahwa ular jenis death adder yang menggigit Bripka Desri ialah salah satu jenis ular paling berbahaya dan mematikan di dunia.

"Salah satu ular dengan tingkat bisa tinggi. Kebanyakan (korban yang terkena gigitan-red) fatal atau menyebabkan kematian," kata Jessi ketika saat dikonfirmasi Okezone.

Anggota Brimob Korban Ular Berbisa

Death adder diketahui banyak tersebar di hampir seluruh wilayah Australia dan Papua bagian selatan, termasuk di Kabupaten Mimika. Bahkan, sebelumnya beberapa waktu yang lalu, kata Jessi, ular jenis yang sama pernah menggigit seorang anak hingga tewas di wilayah Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.

Death adder diketahui bisa menyuntikkan sekitar 40-100 miligram (mg) racun saraf, yang mana sekali gigitan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian hanya dalam waktu 6 jam yang berakibat pada kegagalan fungsi pernapasan.

"Kurangnya pengetahuan tentang ular tersebut, dan penanganan awal saat digigit sehingga kebanyakan berakibat fatal atau kematian," tuturnya.

Pemberian antibisa secara cepat dikatakan Jessi dapat mengobati gigitan ular jenis ini, dan korban usai terkena gigitan diperingatkan untuk tidak melakukan reaksi apapun.

"Tidak menggerakkan anggota tubuh yang tergigit agar racun atau bisa ular tidak semakin terpacu masuk ke dalam darah," kata Jessi.

Death adder menempati urutan keempat ular paling berbisa di dunia, dan disebut paling berbahaya. Karena, racun yang keluarkan bereaksi sangat cepat jika tidak langsung mendapatkan perawatan.

Ular Death Adder

Death adder atau nama ilmiahnya Acanthopis memiliki morfologi yang sangat mirip dengan beludak, bertubuh pendek dan gemuk, kepala berbentuk kapak, sisik-sisik diatas kepala berukuran kecil, mata memiliki pupil vertikal dan taring berukuran panjang.

Ular ini menyerang mangsanya secepat kilat. Serangan death adder adalah salah satu gaya serangan ular tercepat di dunia dengan waktu kurang dari 0,15 detik saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini