Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Death Adder, Ular Beracun Paling Mematikan di Dunia yang Tewaskan Bripka Desri

Saldi Hermanto , Jurnalis-Selasa, 30 Juli 2019 |02:04 WIB
Mengenal <i>Death Adder</i>, Ular Beracun Paling Mematikan di Dunia yang Tewaskan Bripka Desri
Ular Death Adder yang biasa hidup di daratan Australia dan Papua (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)
A
A
A

Pemberian antibisa secara cepat dikatakan Jessi dapat mengobati gigitan ular jenis ini, dan korban usai terkena gigitan diperingatkan untuk tidak melakukan reaksi apapun.

"Tidak menggerakkan anggota tubuh yang tergigit agar racun atau bisa ular tidak semakin terpacu masuk ke dalam darah," kata Jessi.

Death adder menempati urutan keempat ular paling berbisa di dunia, dan disebut paling berbahaya. Karena, racun yang keluarkan bereaksi sangat cepat jika tidak langsung mendapatkan perawatan.

Ular Death Adder

Death adder atau nama ilmiahnya Acanthopis memiliki morfologi yang sangat mirip dengan beludak, bertubuh pendek dan gemuk, kepala berbentuk kapak, sisik-sisik diatas kepala berukuran kecil, mata memiliki pupil vertikal dan taring berukuran panjang.

Ular ini menyerang mangsanya secepat kilat. Serangan death adder adalah salah satu gaya serangan ular tercepat di dunia dengan waktu kurang dari 0,15 detik saja.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement