nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Penembak Orangutan di Aceh Hanya Disanksi Kumandangkan Adzan

Windy Phagta, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 20:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 31 340 2086088 pelaku-penembak-orangutan-di-aceh-hanya-disanksi-kumandangkan-adzan-jyqxO858cG.jpg Ilustrasi Orangutan (foto: Okezone)

BANDA ACEH - Dua tersangka pelaku penembakan orangutan bernama Hope, dihukum dengan sanksi sosial setelah penyelesaian kasus itu diputuskan melalui diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Kasus penembakan orangutan Hope terjadi pada 10 Maret 2019 dan menyebabkan satu anak orang utan tewas. Sementara induknya, Hope, terluka parah. Pelaku penembakan AIS (17) dan SS (16), warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh.

Baca Juga: Menyesali Perbuatannya, Pelaku Ngaku Tembak Orangutan karena Stres 

Yuk, Lihat Manjanya Bayi Orangutan di Kebun Binatang Singapura!

Kedua pelaku dihukum dengan sanksi sosial, wajib azan Salat Magrib dan Salat Isya di Masjid Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, selama sebulan yang diawasi oleh Bapas dan aparat desa.

Bila sanksi pertama dilanggar, maka akan diulangi lagi dari awal. Terakhir, pelaku harus membersihkan tempat ibadah masjid atau musala. Pelaku mengakui perbuatannya serta meminta maaf kepada pihak terkait.

"Semoga putusan ini dapat memberi efek jera bagi pihak-pihak yang ingin melakukan tindak kejahatan tumbuhan satwa liar dan penyadartahuan kepada seluruh masyarakat," kata Sapto Aji Prabowo, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).

Menurut Sapto, upaya diversi dilakukan pada tingkat penyidik tentang dugaan tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Pasal 21 Ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 Ayat (2).

Baca Juga: Satu Keluarga Tersangka Penembak Orangutan Terancam 5 Tahun Penjara 

Diversi pada tingkat penyidik diberikan setelah disepakati bersama dengan instansi terkait, seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas) Aceh Singkil dan Dinas Sosial, di ruang rapat Polsek Sultan Daulat, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil.

AIS dan SS menembak orang utan menggunakan senapan angin, di tubuh orang utan Hope dihujani 74 butir senapan, satu ekor anak orang utan berusia satu bulan juga tewas ditembak kedua pelaku.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini