JAYAPURA - Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Cenderawasih (Uncen) Marinus Yaung menyebut, soal permintaan penarikan personil TNI Polri di Kabupaten Nduga atas upaya penegakan hukum kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah itu oleh berbagai pihak dinilai kurang tepat.
Marinus kepada media ini memaparkan, upaya penarikan pasukan TNI Polri tidak serta merta bisa dilakukan. Namun mesti dengan upaya komprehensif yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nduga.
Persoalan Nduga kata dia, tidak serta merta pula terjadi, hingga kemunculan KKB pimpinan Egianus Kogoya di wilayah itu yang terus melakukan perlawanan kepada pemerintah dan militer. Soal kekecewaan pelayanan pemerintah kepada masyarakat Nduga disebut adalah akar permasalahan konflik di wilayah itu.

"Jadi akibat akumulasi permasalahan jauh sebelumnya, seperti yang saya muat dalam penelitian saya tahun 2016 lalu. Terjadi kasus kematian misterius 67 balita dan anak - anak pada rentang bulan Agustus hingga Desember 2015 silam," kata Marinus, Kamis (1/8/2019).
Pada kasus itu, penanganan kesehatan yang disebutnya tidak cepat dan tepat membuat puluhan anak-anak dan balita meregang nyawa. Diare, demam dan Pneumonia yang disebabkan oleh serangan kuman Pneumococcus dan Japanese Encephalitis, harusnya bisa diminimalisir dengan imunisasi dan asupan gizi yang baik kepada anak-anak dan balita, hingga mereka tidak terjangkit.
"Dan soal itu sebenarnya sudah diriset oleh Komnas HAM pada Maret 2016 lalu. Jadi akibat lambannya penanganan hingga jatuhnya korban jiwa anak-anak dan balita membuat masyarakat Nduga kecewa. Bukan dimulai dari Tragedi penembakan 19 pekerja PT. Istaka Desember 2018 itu," katanya.

Marinus menyebut, kaitan kasus Nduga saat ini perlu diuraikan kasus demi kasus serta pencarian upaya penyelesaian, termasuk konflik bersenjata yang terjadi dan akibatnya terhadap masyarakat Nduga.
"Tahapan pertamanya menurut saya adalah menyelesaikan akar masalah kaitan dengan kematian anak-anak dan balita itu, lalu bisa bicara ke hal lain,"katanya.