nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadikan Tetangganya 'Pengantin Pesanan' di Tiongkok, Pria Asal Ketapang Diringkus

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 05:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 02 340 2086682 jadikan-tetangganya-pengantin-pesanan-di-tiongkok-pria-asal-ketapang-diringkus-IJ6s7i5uFQ.jpg Ilustrasi Human Trafficking atau Perdagangan Manusia (foto: Shutterstock)

KETAPANG - KM, seorang warga Desa Balai Pinang Hulu, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Ketapang.

Pria 46 tahun itu ditangkap karena diduga telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap korbannya, YA. Perempuan 26 tahun ini menjadi 'pengantin pesanan' oleh Warga Negara (WN) Tiongkok. Kini YA masih berada di Tiongkok.

Baca Juga: Kemlu Pulangkan 3 Warga Kalbar Korban "Kawin Pesanan" di China 

Wakapolres Ketapang, Kompol Pulung Wietono menerangkan, penangkapan terhadap KM berawal dari laporan orangtua korban yang mengaku jika anaknya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan atau dianiaya selama berada di Tiongkok.

"Jadi, yang dilaporkan ada empat orang dan statusnya sudah tersangka, satu orang lelaki yakni KM. Tiga lainnya, perempuan berinisial A, RM dan BT yang mana dua diantaranya masih berada di Indonesia. Sedangkan satu orang berada di Tiongkok," ucap Pulung, Jumat (2/8/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Hasil pemeriksaan sementara bahwa diketahui pada April 2008 lalu, KM mendatangi rumah orangtua YA. Yang masih satu desa. Kala itu, KM menawarkan YA untuk menikah dengan WN Tiongkok.

Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh orangtua YA. Akan tetapi, YA bersikeras menyetujui ajakan kawin pesanan di Tiongkok ini lantaran diimingi uang dan fasilitas lengkap oleh KM. Setelah setuju, pada Mei 2018 dilakukan acara pertunangan di Kota Pontianak.

Orangtua YA yag awalnya tam setuju, ikut menghadiri acara pertunangan itu. Setelah tiga pekan tunangan, YA dibawa KM untuk berangkat ke Tiongkok.

"Ini modus perkawinan atau biasa disebut pengantin pesanan. Korban biasanya dijanjikan kehidupan yang nyaman dan terjamin secara finansial," terang Pulung.

Namun alih-alih mendapatkan kenyamanan, ternyata korban sering dianiaya dan adanya indikasi eksploitasi di Tiongkok. "Atas dasar inilah orangtua korban melapor ke kita," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto menambahkan, dalam kasus ini pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa uang kertas Yuan KM serta CD rekaman video pernikahan korban dengan WN Tiongkok di negaranya.

"Tersangka ini juga hadir pada pernikahan korban. Dia iberi uang sebesar 1000 Yuan oleh warga Tiongkok itu. Dari pengakuannya, memang terjadi pernikahan di sana," urainya.

Eko menjelaskan, selain tersangka, orangtua korban ternyata juga mendapatkan uang sebanyak Rp 20 juta atas pernikahan pesanan ini. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Untuk KM dipersangkakan Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TTPO dengan ancaman minimal 3 tahun hingga maksimal 15 tahun penjara dan denda minimal Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta. "Tersangka lain nanti pasalnya berbeda," terangnya.

Eko mengatakan, saat ini korban masih berada di Tiongkok. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan KBRI di Tiongkok untuk dapat membantu mengamankan korban.

"Kita sudah koordinasi dengan KBRI di sana, korbannya akan diamankan di KBRI disana. Selain itu kita juga koordinasi dengan Pemda terkait pemulangan korban ke Ketapang," tuturnya.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Nantinya, akan terbongkar apa yang dialami korban selama di Tiongkok. Jika korban sudah kembali ke tanah air. "Yang jelas korban dianiaya. Rencana pekan ini sudah diamankan di KBRI dan nantinya akan dilakukan pemulangan," ujarnya.

Baca Juga: Warga Singkawang Korban Kawin Kontrak di China Sering Disiksa Keluarga Suami 

Sementara itu, KM mengaku tidak mengetahui kalau telah melakukan TPPO. Menurut dia, dirinya hanya menjalankan tugas saat diminta mencari perempuan yang akan dijadikan istri oleh orang Tiongkok. Tugas itu, dari seorang perempuan berinisial TJ yang berasal dari Pontianak.

"Ada cewek asalnya dari Pontianak datang ke kampung saya, minta carikan perempuan untuk dijodohkan menjadi istri orang Tiongkok. Kemudian saya carikanlah dan dapatlah korban," akunya.

Setelah itu, kata KM, dirinya memang benar difasilitasi bahkan diberi paspor untuk turut serta hadir pada acara pernihakan korban dengan warga Tiongkok di Tiongkok. Bahkan KM dijadikan sebagai orang yang mewakili keluarga korban.

"Di sana memang benar kawin. Ada videonya. Saya tidak tahu kalau sampai seperti ini. Saya tidak ada dikasih apa-apa. Cuma 10 lembar uang Yuan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini