nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadikan Tetangganya 'Pengantin Pesanan' di Tiongkok, Pria Asal Ketapang Diringkus

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 05:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 02 340 2086682 jadikan-tetangganya-pengantin-pesanan-di-tiongkok-pria-asal-ketapang-diringkus-IJ6s7i5uFQ.jpg Ilustrasi Human Trafficking atau Perdagangan Manusia (foto: Shutterstock)

Eko menjelaskan, selain tersangka, orangtua korban ternyata juga mendapatkan uang sebanyak Rp 20 juta atas pernikahan pesanan ini. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Untuk KM dipersangkakan Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TTPO dengan ancaman minimal 3 tahun hingga maksimal 15 tahun penjara dan denda minimal Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta. "Tersangka lain nanti pasalnya berbeda," terangnya.

Eko mengatakan, saat ini korban masih berada di Tiongkok. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan KBRI di Tiongkok untuk dapat membantu mengamankan korban.

"Kita sudah koordinasi dengan KBRI di sana, korbannya akan diamankan di KBRI disana. Selain itu kita juga koordinasi dengan Pemda terkait pemulangan korban ke Ketapang," tuturnya.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Nantinya, akan terbongkar apa yang dialami korban selama di Tiongkok. Jika korban sudah kembali ke tanah air. "Yang jelas korban dianiaya. Rencana pekan ini sudah diamankan di KBRI dan nantinya akan dilakukan pemulangan," ujarnya.

Baca Juga: Warga Singkawang Korban Kawin Kontrak di China Sering Disiksa Keluarga Suami 

Sementara itu, KM mengaku tidak mengetahui kalau telah melakukan TPPO. Menurut dia, dirinya hanya menjalankan tugas saat diminta mencari perempuan yang akan dijadikan istri oleh orang Tiongkok. Tugas itu, dari seorang perempuan berinisial TJ yang berasal dari Pontianak.

"Ada cewek asalnya dari Pontianak datang ke kampung saya, minta carikan perempuan untuk dijodohkan menjadi istri orang Tiongkok. Kemudian saya carikanlah dan dapatlah korban," akunya.

Setelah itu, kata KM, dirinya memang benar difasilitasi bahkan diberi paspor untuk turut serta hadir pada acara pernihakan korban dengan warga Tiongkok di Tiongkok. Bahkan KM dijadikan sebagai orang yang mewakili keluarga korban.

"Di sana memang benar kawin. Ada videonya. Saya tidak tahu kalau sampai seperti ini. Saya tidak ada dikasih apa-apa. Cuma 10 lembar uang Yuan," kata dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini