JAKARTA - Menkominfo Rudiantara menaksir kerugian provider mencapai Rp100 miliar lebih akibat pemadaman listrik massal di Jabodetabek.
Perhitungan tersebut diambil dari asumsi pendapatan provider per tahun sebesar Rp60 triliun sampai Rp70 triliun, yang bila dibagi 360 hari berarti mencapai Rp200 miliyar.
"Katakanlah kemarin berapa jam itu, 12 jam, kali setengah ya. Di atas Rp100 miliar sih," kata Rudiantara di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Rudiantara mengatakan, masih ada sebagian titik yang belum normal jaringan telekomunikasinya akibat pemadaman listrik. Ia pun memastikan akan memantau langsung agar jaringan telekomunikasi itu bisa normal kembali.
Menurut dia, di sebagian titik, BTS atau menara pemancar belum teraliri listrik PLN dan tidak mempunyai genset. Pasalnya, aliran listrik di UPS hanya mampu memberikan daya listrik selama 3-4 jam untuk menara pemancar sinyal.