nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen NATO: Penyerang Serigala Tunggal Saling Menginspirasi Satu Sama Lain

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 12:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 06 18 2088355 sekjen-nato-penyerang-serigala-tunggal-saling-menginspirasi-satu-sama-lain-LKvHN2fzLt.jpg Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Foto/Reuters

WELLINGTON – Sekretaris Jenderal Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan seluruh negara harus bekerja sama untuk menghentikan penyerang serigala tunggal (lone wolf), yang saling menginspirasi satu sama lain.

Hal ini disampaikannya saat mengunjungi masjid di Christchurch, Selandia Baru di mana seorang pria kulit putih bersenjata membunuh puluhan orang pada bulan Maret 2019.

Foto/Reuters

Stoltenberg juga mengomentari dua penembakan massal di El Paso, Texas dan Dayton, Ohio yang menewaskan 29 orang dan melukai puluhan.

"Serangan-serangan ini dilakukan oleh serigala tunggal tetapi mereka pada saat yang sama terhubung, karena mereka satu sama lain saling menginspirasi dan mereka merujuk dalam manifesto yang berbeda," kata Stoltenberg kepada penyiar TVNZ mengutip Reuters, Selasa (6/8/2019).

"Ini menyoroti bahwa kita harus memerangi terorisme dengan berbagai cara, dengan banyak alat yang berbeda."

Foto/Reuters

Baca juga: Presiden Trump: Kebencian Tidak Memiliki Tempat di Amerika Serikat

Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Terinspirasi Serangan Masjid di Christchurch

Penembak Texas yang menewaskan 20 orang di sebuah toko Walmart mendukung serangan pria bersenjata Christchurch dalam manifestonya.

Foto/AFP

Pemerintah Selandia Baru menuduh Brenton Tarrant dari Australia, yang diduga sebagai supremasi kulit putih setelah serangan itu. Dia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan.

Masyarakat harus memperjuangkan nilai-nilai kebebasan, keterbukaan dan toleransi, kata Stoltenberg.

"Mereka tumbuh di rumah, mereka berasal dari masyarakat kita sendiri. Jadi ini juga tentang mengatasi akar permasalahan,” katanya.

(fzy)

Berita Terkait

Amerika Serikat

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini