nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Erupsi, Masyarakat Diminta Tak Dekati Kawah Tangkuban Parahu

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 16:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 525 2088948 masih-erupsi-masyarakat-diminta-tak-dekati-kawah-tangkuban-parahu-sJUfd2Xh4r.jpg

BANDUNG - Gunung Tangkuban Parahu terus menunjukkan aktivitasnya. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat pada pukul 11.43 WIB terlihat asap putih tebal dengan tinggi sekitar 200 meter dan tinggi kolom abu sekitar 90 meter dari dasar kawah, Rabu (7/8/2019).

"Terjadi erupsi menerus di Kawah Ratu sejak pukul 06.00-12.00 WIB, dengan tinggi kolom abu lebih kurang 90 meter dari dasar kawah," kata Kepala PVMBG Kasbani melalui pesan singkat yang diterima wartawan.

Secara seismik, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih didominasi oleh gempa- gempa yang mencerminkan aktivitas di kedalaman dangkal berupa Gempa Hembusan. Hingga saat ini, terus terjadi kegempaan pada kawah gunung. PVMBG mencata tremor terekam dengan amplitudo 30-50 mm (dominan 40 mm). Analisis PVMBG aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada dalam kondisi yang belum stabil dan aktivitas serta potensi erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.

Tangkuban Parahu

Ancaman bahaya yang terjadi saat ini berupa hujan abu serta hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung, pedagang, masyarakat sekitar, bila kecenderungan konsentrasi gas-gas vulkanik tinggi.

Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas. Tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu dinaikkan dari Level 1 (Normal) menjadi Level II (Waspada). Evaluasi menerus tetap dilakukan untuk mengantisipasi tingkat aktivitas dan potensi ancaman erupsi.

Atas itu, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan wisatawan atau pendaki, tidak mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 Km dari kawah aktif.

Baca Juga: Pasca-Erupsi, Wisata Gunung Tangkuban Parahu Ditutup Sementara

"Masyarakat agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada disekitar kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa," jelas Kasbani,

Tak hanya itu, PVMBG juga mengimbau agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

Masyarakat tetap memperhatikan perkembangan yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini