nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima WNI Anak Buah Kapal Taiwan Dilaporkan Hilang di Laut

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 14:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 08 18 2089377 lima-wni-anak-buah-kapal-taiwan-dilaporkan-hilang-di-laut-ukMGfw0Fkj.jpg Ilustrasi.

TAIPEI – Seorang kapten berkewarganegaraan Taiwan dan lima anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) dikhawatirkan hilang di laut menyusul penemuan sebuah kapal yang terbalik di perairan dekat Kepulauan DIaoyutai atau yang juga dikenal sebagai Kepulauan Senkaku. Kapal itu ditemukan oleh penjaga pantai Taiwan pada Rabu, 7 Agustus.

Diwartakan Focus Taiwan, kapal Chuan Yi-Tsai No.1 meninggalkan Pelabuhan Wushi di Yilan, Taiwan pada 2 Agustus. Pemiliknya mengatakan bahwa kapal tersebut bertolak menuju ke perairan di pantai timur Taiwan.

Menurut penjelasan sang pemilik, kapal tersebut sebenarnya dijadwalkan kembali pada Minggu, 4 Agustus, namun telah hilang kontak sejak Selasa, sekira pukul 1 siang waktu setempat. Posisi terakhir kapal yang diketahui berada di 19 mil laut sebelah timur Kota Suao, Yilan.

Terdapat enam orang di dalam kapal saat kehilangan kontak, seorang kapten bermarga Lai, 66 tahun, warga negara Taiwan dan lima kru kapal warga negara Indonesia.

Administrasi Penjaga Pantai (CGA) Taiwan dan rekan-rekan mereka dari Jepang mengirim kapal dan helikopter untuk mencari kapal yang hilang.

BACA JUGA: Baru Diguncang Gempa Magnitudo 6, Taiwan Akan Hadapi Terjangan Topan Dahsyat

Setelah menerima informasi dari penjaga pantai Jepang, sebuah kapal patroli CGA menemukan sebuah kapal penangkap ikan yang terbalik dan terbelah dua dan mengambang di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai pada Rabu, sekira pukul 7 pagi waktu setempat.

Meskipun kapal patroli itu tidak dapat mengonfirmasi apakah kapal terbalik tersebut adalah Chuan Yi Tsai No. 1, karena jarak pandang yang buruk, sebuah jaket pelampung, dengan nama kapal yang lama tercetak dalam karakter tradisional China ditemukan di tempat kejadian.

Kapal CGA harus meninggalkan lokasi itu karena angin kencang dan laut ganas, dengan Topan Lekima yang mendekat. CGA mengatakan bahwa misi pencarian dan penyelamatan akan dilanjutkan segera setelah cuaca memungkinkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini