Kehadiran Prabowo di Kongres PDIP Bentuk 'Gotong Royong Membangun Bangsa'

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 08 Agustus 2019 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 08 605 2089309 kehadiran-prabowo-di-kongres-pdip-bentuk-gotong-royong-membangun-bangsa-oCcEdOBU0N.jpg Prabowo saat bertemu dengan Megawati beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

BANDUNG - Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat, Ono Surono menilai kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra di Kongres PDIP di Bali, menunjukkan kedewasaan para tokoh bangsa dalam berpolitik.

Prabowo Subianto berhadapan dengan ‎Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Duel politik itu memanaskan tensi selama kampanye. Namun, akhirnya mereda setelah Prabowo bertemu Jokowi di Stasiun MRT, dilanjutkan dengan pertemuan Prabowo dengan Megawati.

"Persahabatan keduanya sebagai wujud implementasi gotong royong dalam membangun kepentingan bersama. Dengan keduanya bersama, upaya apapun yang akan menganggu terciptanya kedamaian di republik ini tidak akan pernah berhasil," ujar Ono saat dikonfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Karenanya, lanjut Anggota Komisi IV DPR RI itu, kader PDIP menyambut hangat kedatangan Prabowo di Kongres sebagai sahabat.

"Kehadiran Prabowo di Kongres tentu saja mengusung semangat persahabatan para tokoh bangsa.‎ Bahwa dinamika politik itu hanya sementara, tapi persahabatan selamanya," ujar Ono.

Baca juga: Prabowo Hadiri Kongres PDIP, PKS Yakin Gerindra Tak Menyeberang ke Pemerintah

"‎Persahabatan keduanya tidak bisa dipisahkan oleh pihak manapun. Kalaupun toh pada Pilpres 2019 tidak beriringan, itu karena dinamika politik. Setelah pilpres, kita lihat sendiri keduanya tetap bersahabat," tambah Ono.

Prabowo bertemu Megawati.

Melalui Kongres, kata Ono, akan mempertegas garis kerja politik ‎dan ideologi yang berpijak pada Trisakti Bung Karno, yakni berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian dalam budaya.

"Karena sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, Trisakti Bung Karno itu acuan untuk melaksanakan kerja politik, kerja ideologi di baik di eksekutif maupun di parlemen," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini