nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Kemenag Jatim di Kasus Percepatan Pemberangkatan Haji

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 19:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 519 2091054 polisi-dalami-dugaan-keterlibatan-oknum-kemenag-jatim-di-kasus-percepatan-pemberangkatan-haji-erBwtrwlwq.jpg ilustrasi

SURABAYA - Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim terus mendalami dugaan keterlibatan oknum Kemenag Jatim dalam kasus percepatan pemberangkatan haji. Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan Murtaji Junaedi sebagai tersangka.

Berdasarkan keterangan dari Junaedi, dirinya juga menjadi korban penipuan. Sebab uang yang dikumpul dari 51 jamaah calon haji diserahkan pada Syaifullah, yang diduga merupakan staf Kemenag Jatim. Penyidik masih mendalami pengakuan dari Junaedi.

Polisi juga akan mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus tersebut serta memeriksa pegawai Kemenag Jatim untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Hingga sekarang penyidik baru menetapkan Junaedi sebagai tersangka.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana menjelaskan, tersangka sebelumnya pernah mengaku dibalik kasus ini adalah Syaifullah. Berdasarkan pengakuan tersangka, Syaifullah ini mempunyai hubungan dekat dengan Kemenag.

"Sedangkan siapa Syaifullah ini hanya tersangka yang tahu. Karena orban tidak pernah bertemu. Syaifullah ini bisa ada dan bisa jadi tidak jelas. Tersangka juga tidak mengerti Syaifullah tinggal di mana, dan kerjaannya apa. Selama ini tersangka cuma teleponan," ucap Festo, Senin (12/8/2019).

Ilustrasi

Festo menambahkan, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti dari kemenag Jatim untuk mengungkap siapa sebenarnya sosok Syaifullah, yang disebut-sebut menjadi dalang dibalik kasus ini oleh tersangka.

"Untuk para korban (51 orang) tidak pernah bertemu dengan Syaifullah. Para korban hanya berhububungan dengan tersangka Junaedi terkait percepatan keberangkatan naik haji," papar Festo.

Seperti diketahui, sebanyak 51 calon jamaah haji yang menjadi korban penipuan dengan modus percepatan keberangkatan naik haji. Puluhan jamaah ini dimintai uang bervariasi berkisar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per orang oleh Junaedi.

Mereka dijanjikan berangkat ke tanah suci Mekkah pada tahun 2019. Padahal para jamaah sebenarnya akan berangkat pada 2022 hingga 2042. Mereka adalah jamaah yang mendaftar secara resmi di pemerintah.

Baca Juga: Kasus Percepatan Keberangkatan Haji Bakal Ada Tersangka Baru

Aksi penipuan sendiri terbongkar ketika ke-51 jamaah berkumpul di Bangil, Pasuruan. Kemudian rombongan itu menuju asrama haji Surabaya. Sesampai di asrama haji, para jamaah diperiksa petugas dari kemenag Jatim. Rupanya nama mereka tidak ada dalam daftar calon jamaah haji yang berangkat tahun ini.

Merasa tertipu, akhirnya para jamaah melaporkan kasus penipuan pada polda Jatim. Dalam perkembangannya, penyidik menetapkan Junaedi sebagai tersangka dan ditahan. Peran Junaedi sendiri sebagai koordinator.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini