nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kendaraan Militer China Konvoi Menuju Kota Dekat Hong Kong

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 09:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 13 18 2091187 kendaraan-militer-china-konvoi-menuju-kota-dekat-hong-kong-UORAgHpo1o.jpg Sejumlah truk militer China parkir di pusat olahraga kota Shenzen, Guandong jang berjarak sekira 27 Km dari Hong Kong. Foto/Twitter

HONG KONG – Video konvoi kendaraan militer meluncur di Shenzhen, Guangdong, kota yang dekat dengan Hong Kong, muncul di media sosial.

Video itu diunggah media yang didukung pemerintah China, People's Daily dan Global Times.

Jarak Shenzen ke Hong Kong sekira 27 kilometer.

Foto/Google Map

Terlihat dalam klip tersebut lusinan truk militer serta kendaraan taktis berbaris di trotoar di sebelah pintu masuk Pusat Olahraga Teluk Shenzhen di distrik Nanshan pada Senin (12/8) di seberang pelabuhan Hong Kong.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan personel berseragam kamuflase berdiri di pintu masuk pusat olahraga, tetapi tidak menghalangi akses ke warga sipil.

Saat ditanya apakah mereka di Shenzhen untuk latihan, personel itu menggelengkan kepala dan tidak mengatakan apa-apa.

Baca juga: Semua Penerbangan Dibatalkan Imbas 5 Ribu Pedemo Kepung Bandara Hong Kong

Baca juga: Cathay Pacific Ancam Pecat Karyawan jika Ikut Demo Massa Pro-Demokrasi Hong Kong

Para pengguna internet berspekulasi bahwa kehadiran kendaraan militer itu untuk mengatasai aksi protes massa pro-demokrasi yang sudah berlangsung berminggu-minggu.

"Mereka hanya menunggu pesanan sebelum mereka pergi ke Hong Kong untuk menenangkan kerusuhan. Kami berharap angkatan bersenjata dapat memasuki Hong Kong dan mengalahkan pemuda bodoh ini,” kata warganet di Weibo, platform media sosial yang mirip dengan Twitter di China.

Foto/Ist

Pakar militer Zhou Chenming mengatakan, kedatangan polisi bersenjata mengambil bagian dalam latihan rutin dan masyarakat seharusnya takut.

"Pemerintah pusat telah berulang kali menyatakan polisi bersenjata akan dikerahkan jika ada kerusuhan skala besar dan pemerintah Hong Kong mengajukan permohonan secara sukarela untuk meminta bantuan," kata Zhou.

Dixon Sing Ming, seorang profesor ilmu politik di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, mengatakan langkah itu adalah taktik perang psikologis.

"Latihan itu adalah bagian tak terpisahkan dari upaya terkoordinasi dengan baik oleh Beijing untuk menekan para pemrotes dan masyarakat umum agar menyerah," kata Sing.

Hong Kong telah dilanda protes sejak awal Juni, pada awalnya untuk menentang RUU ekstradisi yang sekarang disimpan yang akan memungkinkan Hong Kong untuk mengirim tersangka ke yurisdiksi lain, termasuk Cina daratan.

Protes telah berlangsung selama berminggu-minggu. Dimulai dengan kemarahan massa pada RUU ekstradisi dan berubah menjadi tuntutan untuk kebebasan yang lebih besar.

Hong Kong memiliki kebebasan pers dan independensi peradilan di bawah prinsip "satu negara, dua sistem" tapi kebebasan itu dikhawatirkan oleh para aktivis semakin terkikis.

Para pedemo menyerukan penyelidikan independen atas kebrutalan polisi selama protes, penarikan penuh RUU ekstradisi, dan pengunduran diri pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Pada 6 Agustus, 12.000 petugas polisi berkumpul di Shenzhen untuk melakukan latihan, termasuk tindakan anti huru-hara yang serupa dengan yang terlihat di jalan-jalan Hong Kong.

Polisi mengatakan latihan itu adalah bagian dari persiapan keamanan untuk peringatan ke-70 China pada 1 Oktober.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini