JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membantah semua tudingan Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (Pam) Swakarsa. Pendanaan pembentukan pasukan sipil tersebut digugat Kivlan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
"Semuanya itu tidak benar," singkat Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/8/2019).
Baca Juga: Kivlan Zen Gugat Wiranto soal Pembentukan Pam Swakarsa
Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu mengatakan, pihaknya akan menyiapkan bantahan resmi dan menyeluruh atas gugatan yang dilayangkan Kivlan Zen. Dalam perkara ini Wiranto menjadi pihak tergugat.
"Nanti ada bantahan resmi menyeluruh, saya jelaskan," imbuh Wiranto.
Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen menggugat Menko Polhukam, Wiranto ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Gugatan itu dilayangkan pada 5 Agustus 2019 lalu.
Menurut informasi yang dihimpun Okezone, gugatan tersebut terkait pembentukan Pam Swakarsa pada tahun 1998 silam. Saat itu, Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI memerintahkan Kivlan Zen membentuk Pam Swakarsa dengan anggaran Rp8 miliar namun Wiranto baru menyerahkan dana sebesar Rp400 juta.
Kivlan Zen juga telah menagih sisa kekurangan anggaran Pam Swakarsa ke Presiden BJ Habibie yang menjabat saat itu. Namun, Habibie menyebut pemerintah telah memberikan anggaran Rp10 miliar ke Wiranto.
Sidang perdana gugatan ini menurut rencana akan digelar pada Kamis 15 Agustus 2019 mendatang. Sekadar mengingatkan, Pam Swakarsa merupakan sebutan lain untuk kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh TNI untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR pada 1998, yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.
Baca Juga: Digugat Kivlan Zen soal Pam Swakarsa, Ini Kata Wiranto
Mengutip dari Wikipedia, selama Sidang Istimewa MPR, Pam Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa yang menentang sidang itu. Mereka juga terlibat bentrokan dengan masyarakat yang merasa resah dengan kehadiran Pam Swakarsa.
Saat itu, Panglima ABRI, Wiranto bersikukuh mempertahankan eksistensi pasukan swasta tersebut. Padahal, berbagai kecaman dan peringatan marak dialamatkan kepada Pam Swakarsa yang justru dianggap merugikan rakyat lantaran marak terjadi bentrok horizontal antarmasyarakat.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.