nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai 17 Agustus Pasar Modern di Bogor Dilarang Pakai Kantong Plastik

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 01:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 13 338 2091575 mulai-17-agustus-pasar-modern-di-bogor-dilarang-pakai-kantong-plastik-DWkAPxRrqr.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana menerbitkan peraturan tentang Bogor Asri Tanpa Plastik (Antik) bertepatan dengan HUT ke-74 RI pada 17 Agustus 2019.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan tahap awal aturan tersebut akan melarang penggunaan kantong plastik dalam transaksi dengan konsumen bagi pasar modern (ritel) di wilayah Kabupaten Bogor.

"Kita sudah siap (larangan kantong plastik), masih terus sosialisasi. Jadi 17 Agustus kita juga merdeka dari plastik," kata Ade Yasin, Selasa (13/8/2019).

Ilustrasi

Ade Yasin menambahkan, bahwa sebenarnya aturan tersebut sudah dicanangkan sejak awal 2019 lalu. Bogor Antik pun perlahan telah diterapkan di kantor-kantor pemerintahan, instansi vertikal, TNI dan Polri.

"Semua telah menggunakan wadah-wadah kertas atau kaca untuk minuman dan makanan. Kantong plastik harus dilarang karena sampah plastik makin hari makin menggunung. Alam akan rusak ketika kita membiarkan sampah plastik terus ada," tegasnya.

Selain itu, Pemkab Bogor juga sudah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum Pasal 39 ayat (1) dan Perda nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.

"Dengan dua perda itu, para pembuang sampah sembarangan akan dikenakan kurungan penjara selama tiga bulan atau denda Rp 50 juta," tambahnya.

Baca Juga: Hasil 12 Hari Penyelidikan Meninggalnya Siswi Paskibraka Tangsel

Ia meminta kepada masyarakat akan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan dan membiasakan diri mengurangi penggunaan kantong plastik

"Biasakan membawa tas belanja dari rumah. Masyarakat juga saya minta pro aktif dalam disiplin dalam membuang sampah dan melaporkan jika ada orang yang ketahuan atau terbukti membuang sampah sembarangan sebagi efek jera," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini