nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandara Hong Kong Kembali Beroperasi Usai Bentrok Polisi dan Pedemo

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 09:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 18 2091662 bandara-hong-kong-kembali-beroperasi-usai-bentrok-polisi-dan-pedemo-adRUegdKog.jpg Pedemo pro-demokrasi unjuk rasa di Bandara Hong Kong. Foto/Reuters

HONG KONG - Bandara Hong Kong kembali beroperasi Rabu (14/8/2019), menjadwal ulang ratusan penerbangan yang telah terganggu selama dua hari terakhir usai para demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara.

Sekitar 30 pengunjuk rasa tetap di bandara Hong Kong pada Rabu pagi, sementara para pekerja membersihkan darah dan puing-puing sisa bentrok yang terjadi pada Selasa (13/8) semalam. Konter check-in kembali dibuka membuat antrean penumpang pesawat yang telah menunggu semalaman untuk penerbangan mereka.

Foto/Reuters

Polisi mengecam tindakan kekerasan oleh pemrotes dan mengatakan kelompok besar telah melecehkan dan menyerang seorang pengunjung dan seorang jurnalis.

Baca juga: 75 WNI Terdampak Penundaan Penerbangan Akibat Demonstrasi Massal Hong Kong

Baca juga: Pemerintah Indonesia Umumkan Imbauan Perjalanan ke Hong Kong

Beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka percaya salah satu dari mereka adalah agen China yang menyamar dan yang lain adalah seorang reporter dari surat kabar Global Times China, media yang didukung pemerintah China.

Foto/Reuters

Lima orang ditahan dalam gangguan terbaru, kata polisi, sehingga jumlah orang yang ditangkap sejak protes dimulai pada Juni menjadi lebih dari 600 orang.

Operasi di bandara internasional kota itu sangat terganggu ketika polisi anti huru-hara menggunakan semprotan merica untuk membubarkan ribuan demonstran berpakaian hitam.

China mengutuk beberapa pengunjuk rasa karena menggunakan alat berbahaya untuk menyerang polisi, mengatakan aksi itu terorisme.

Protes dimulai saat RUU ektradisi yang akan memungkinkan tersangka di Hong Kong bisa diadili di China daratan. Meski RUU telah ditangguhkan protes meluas menuntut demokrasi yang lebih luas.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini