nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentahelix Dibutuhkan untuk Bangun Destinasi Wisata Religi di Tanara

Kamis 15 Agustus 2019 10:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 1 2092132 pentahelix-dibutuhkan-untuk-bangun-destinasi-wisata-religi-di-tanara-vBXOAv72js.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

TANARA – Wilayah Tanara di Kabupaten Serang dinilai memiliki potensi wisata religi. Namun untuk mengembangkannya dibutuhkan pentahelix atau kerjasama pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, pengusaha, serta media. Nah, kerjasama itu mulai diwujudkan dengan melibatkan semua pihak tersebut dalam Focus Group Discussion Pengembangan Wisata Perdesaan dan Perkotaan yang digelar di Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Rabu (14/8/2019).

“Bagaimana caranya Tanara bisa menjadi destinasi pariwisata? Tentunya harus ada unsur pentahelix. Tidak mungkin hanya dikerjakan pengurus pesantren saja. Harus ada akademisi, bisnis atau industri, government atau pemerintah, komunitas, dan media,” ujar Asdep Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Oneng Setya Harini.

.

Ia juga mengimbau agar generasi millennial dilibatkan karena kelompok ini bisa membantu mengenalkan destinasi ke dunia maya, dan imbasnya bisa dikenal lebih luas. “Jangan lupa libatkan juga anak muda. Libatkan generasi millennial untuk mengangkat destinasi Tanara. Generasi millennial ini adalah generasi yang akrab dengan digital, akrab dengan dunia maya. Mereka bisa posting setiap hari dan ini bagian dari promosi,” ucapnya.

Hal yang juga tidak kalah penting, adalah memetakan pasar. Oneng menjelaskan, bicara mengenai pariwisata tidak akan bisa dipisahkan dari pasar. “Berbicara mengenai pariwisata, berarti kita juga bicara pasar, karena tanpa pasar tidak akan ada pariwisata. Kalau hanya membuat destinasi tapi tidak ada yang datang, kan jadi sia-sia. Kita harus kenali pasar dulu, baru kembangkan produknya,” jelasnya.

Dengan disusunnya masterplan pengembangan Wisata Religi Kabupaten Serang oleh Kementerian Pariwisata, maka nanti akan terpetakan potensi pasar wisatawannya.

“Kemenpar hadir karena Tanara punya potesi yang luar biasa. Khususnya, untuk mengembangkan wisata religi. Tapi memang masih ada yang harus dibenahi. Namun intinya, bagaimana kita sama-sama memahami konsep wisata religi,” katanya.

Oneng melanjutkan, pariwisata memberikan harapan perbaikan ekonomi bagi masyarakat. Namun hal itu akan susah terwujud jika tidak ada komitmen dari masyarakat sendiri.

“Pariwisata itu cara mudah dan murah untuk mendapatkan income. Bukan hanya bagi devisa negara, tetapi juga pendapatan asili daerah. Yang harus dipikirkan dari pariwisata adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia dan sejahtera,” paparnya.

Oneng menambahkan, pariwisata bisa dikelola masyarakat, komunitas atau lembaga tertentu, dan bisa jadi besar bila ada komitmen di dalamnya. Namun harus diketahui apa potensi yang bisa dikembangkan.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, pihanya akan memberikan dukungan buat Tanara, karena hal ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaring wisatawan mancanegara.

“Wisata religi bisa dikembangkan di Tanara. Dengan pengembangan storytelling, Tanara bisa mengangkat potensi daerahnya, khususnya potensi wisata religi, dan bisa turut mendatangkan wisatawan mancanegara,” paparnya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengingatkan pentingnya aksesibilitas, amenitas, atraksi (3A) dalam mengembangkan sebuah destinasi. “Tiga A itu faktor utama yang harus diperhatikan jika ingin mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Tanara harus memikirkan apa atraksi yang bisa dinikmati wisatawan. Kemudian bagaimana akses menuju ke sana. Yang tidak kalah penting adalah amenitas. Kembangkan hal-hal itu bersama stakeholder dan rangkul pentahelix agar semakin cepat pengembangannya,” pungkasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini