nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilik Tower yang Roboh di Maros Fokus Tangani Korban

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 03:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 609 2092055 pemilik-tower-yang-roboh-di-maros-fokus-tangani-korban-pgTlIQPcb1.jpg Tower BTS roboh menimpa anak sekolah yang sedang latihan paduan suara (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - PT Permata Karya Perdana (PKP) selaku pihak perusahaan pemilik tower menara Base Transceiver Station (BTS) yang rubuh di Dusun Baddo-Baddo Desa Baji Mangai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, meminta maaf atas insiden itu.

Lokasih rubuhnya tower tepat berada dalam halaman SD 240 Baddo-baddo, Kabupaten Maros. Dimana pada saat insiden itu tower roboh lalu menimpa 8 orang anak yang pada saat itu lagi latihan paduan suara. 6 diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit.

Humas PT PKP Yusron Hakim mentakatan saat ini pihaknya saat ini pihaknya fokus pada penanganan ganti rugi atas kerusakan gedung sekolah dan para anak-anak SD yang menjadi korban.

"Pada saat ini kita fokus pada penanganan para korban dan saat ini masih dalam penanganan di pihak rumah sakit," kata Yusron kepada Okezone, Rabu 14 Agustus 2019.

Tower roboh timpa anak sekolah yang sedang latihan paduan suara (Foto: Herman/Okezone)

Yusron juga menyampaikan permohonan maaf perihal robohnya menara telekomunikasi di dalam halaman gedung SDN 240 Baddo-baddo di Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan.

PT PKP kata Yusron meminta maaf atas robohnya menara telekomunikasi yang menimpa anak-anak dan mengakibatkan kerusakan.

"Kami sampaikan permohonan maaf dan siap bertanggungjawab atas kerusakan yang ditimbulkannya termasuk korban anak murid di sekolah tersebut yang mengalami luka-luka," jelas Yusron.

Baca Juga: Tower BTS Roboh Timpa Siswa SD di Maros, Ini Penjelasan XL Axiata

Saat ini kata Yusron, PT PKP berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak berwajib setempat untuk melakukan pertolongan pertama bagi korban dan menangani kerusakan yang terjadi di area tersebut.

"Kalah penyebabnya belum diketahui masih tahap investigasi. Semua biaya ditanggung PKP sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kami, agar keluarga dan korban fokus ke penyembuhan untuk membantu meringankan keluarga," ungkap Yusron.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini