nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendikbud: Real Kurikulum Adalah Guru

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 19 1 2093793 mendikbud-real-kurikulum-adalah-guru-ckq72muaFI.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut diutarakannya pada Malam Penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di ballroom Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, standar Nasional Pendidikan terdiri dari: Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan, sosok guru dalam proses pembelajaran seorang siswa sangat vital. Oleh karena itu, seorang guru harus memberi teladan pada muridnya dalam proses pendidikan.

“Bahkan kalau kita merujuk pada 8 Standar Nasional Pendidikan maka menurut saya yang paling penting dari 8 itu adalah guru. Kalau ada guru, maka 7 standar yang lain itu, dalam arti guru yang profesional, guru yang memiliki dedikasi, yang dia bekerja atas panggilan hati nurani, maka 7 standar yang lain itu akan dengan sendirinya terpenuhi,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy, Jumat (16/8/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, kurikulum dan guru merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena tanpa kurikulum dan guru yang jelas sebagai acuan, maka pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif.

“Yang merumuskan keluaran sekolah ya guru. Jadi seandainya tidak ada rumusan, guru bisa merumuskan. Kalau tidak ada kurikulum, tidak ada standar isi yang tersedia, guru bisa membuatnya. Kalau tidak ada sarana-prasarana, guru bisa membikin sarana-prasarana. Nggak ada sekolahan, guru bisa bikin sekolah, sekolah di lapangan juga tidak apa-apa. Apa pun sebetulnya dari 8 standar itu tergantung kepada guru,” ujarnya.

“Bahkan kurikulum yang sesungguhnya itu adalah guru. Totalitas kehadiran guru, baik dari segi penampilan fisik, gestur, ucapan, semuanya itu adalah bagian dari kurikulum, real kurikulum, kurikulum yang sesungguhnya adalah guru,”sambungnya.

Mendikbud Muhadjir berharap para guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti event prestisius ini dapat mengimbaskan positif kepada rekan-rekan pejuang pendidikan.

“Saya harap kehadiran saudara di sini merupakan representasi dari para guru yang terbaik di antara yang terbaik. Masalahnya begitu dapat predikat sebagai guru dan tenaga kependidikan terbaik penuh dedikasi apakah bisa me-maintain, memelihara predikat itu dan menginspirasi guru-guru yang lain,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini