nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Papua di Surabaya: Kami Cinta NKRI

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 02:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 20 519 2094077 mahasiswa-papua-di-surabaya-kami-cinta-nkri-JREu5RYEB3.jpg Mahasiswa asal Papua di Surabaya menegaskan setia kepada NKRI. (Foto: Unitomo)

SURABAYA – Mahasiswa papua yang menimba ilmu di Kota Surabaya, Jawa Timur, sangat menyayangkan adanya insiden di Asrama Mahasiswa Papua yang terletak di Jalan Kalasan. Hal itu membuat mahasiswa Papua terpojok.

Apalagi, lanjut mereka, ada oknum ormas yang diduga melontarkan kata-kata rasis. Padahal selama ini, mahasiswa Papua sudah hidup berdampingan dengan masyarakat Surabaya.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Segera Sambangi Asrama Papua 

Dijelaskan, mereka hidup rukun dan saling membantu jika ada sebuah permasalahan. Kondisi rukun dan saling menolong ini diharapkan tetap terjalin sehingga terus tercipta kondisi kondusif.

Mahasiswa asal Papua di Surabaya. (Foto: Dok Humas Unitomo)

"Kami mahasiswa asal Papua mencintai NKRI. Selama ini masyarakat Papua dan Jawa hidup berdampingan dengan damai. Belum cukup Indonesia sebagai negara kepulauan tanpa wilayah timur seperti kami yang mencintai Republik Indonesia," terang Paniz Wenda, salah satu mahasiswa asal Papua, di Surabaya, Senin 19 Agustus 2019.

Baca juga: Kerusuhan di Manokwari, Risma: Bila Ada Kesalahan di Surabaya, Saya Mohon Maaf 

Mahasiswa Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini berharap kampus tempatnya mencari ilmu bersikap netral dan memberikan rasa aman sehingga mahasiswa asal Papua belajar dengan nyaman dan tenang.

"Kami berharap Unitomo terus netral dan aman. Kami di sini merasa aman dan nyaman," ungkap mahasiswa Fakultas Teknik Unitomo tersebut.

Senada diucapkan Amaris Mariawasi yang juga mahasiswa asal Papua. Ia sedih melihat peristiwa yang terjadi di Asrama Papua Surabaya beberapa hari lalu. Padahal sebenarnya masyarakat memperlakukan mereka dengan baik.

"Kami tetap semangat kuliah. Tapi kami sedih ketika teman-teman kami diperlakukan seperti itu," ucap Amaris.

Baca juga: Warga Papua di Surabaya Jalani Rutinitas Secara Normal 

Sementara Rektor Unitomo Surabaya Bachrul Amiq menyatakan prihatin atas insiden di Asrama Papua Surabaya. Sebab kejadian itu berbau SARA, padahal Surabaya sebagai kota multietnis. Apalagi kejadian ini berbarengan dengan hari peringatan 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

"Unitomo sebagai miniatur Indonesia, kami akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua mahasiswa yang menempuh pendidikan di sini, termasuk mahasiswa Papua, agar nyaman saat belajar," ucap Bachrul.

Baca juga: Risma Bantah Ada Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya 

Di Unitomo Surabaya sendiri ada sebanyak 76 mahasiswa asal Papua. Pada tahun ajaran baru ini, ada sekira 22 mahasiswa baru dari Papua yang sudah terdaftar.

1
2

Berita Terkait

papua

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini