Senada diucapkan Amaris Mariawasi yang juga mahasiswa asal Papua. Ia sedih melihat peristiwa yang terjadi di Asrama Papua Surabaya beberapa hari lalu. Padahal sebenarnya masyarakat memperlakukan mereka dengan baik.
"Kami tetap semangat kuliah. Tapi kami sedih ketika teman-teman kami diperlakukan seperti itu," ucap Amaris.
Baca juga: Warga Papua di Surabaya Jalani Rutinitas Secara Normal
Sementara Rektor Unitomo Surabaya Bachrul Amiq menyatakan prihatin atas insiden di Asrama Papua Surabaya. Sebab kejadian itu berbau SARA, padahal Surabaya sebagai kota multietnis. Apalagi kejadian ini berbarengan dengan hari peringatan 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
"Unitomo sebagai miniatur Indonesia, kami akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua mahasiswa yang menempuh pendidikan di sini, termasuk mahasiswa Papua, agar nyaman saat belajar," ucap Bachrul.
Baca juga: Risma Bantah Ada Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya
Di Unitomo Surabaya sendiri ada sebanyak 76 mahasiswa asal Papua. Pada tahun ajaran baru ini, ada sekira 22 mahasiswa baru dari Papua yang sudah terdaftar.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.