nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Papua di Malang: Kami Aman, Jangan Terprovokasi

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 519 2094363 mahasiswa-papua-di-malang-kami-aman-jangan-terprovokasi-zVG7Wtenmy.jpg Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jawarko Bersama Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri Mengadakan Pertemuan dengan Mahasiswa Papua di Malang (foto: Avirista M/Okezone)

MALANG - Sejumlah mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Malang merasa masih nyaman dan aman pasca insiden bentrokan di beberapa wilayah di Papua yang diklaim akibat insiden bentrokan sebelumnya di Malang.

Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Sosial Politik (Stisospol) Waskita Darma asal Papua Nina Awendu mengatakan dirinya bersama rekan lainnya merasa masih aman dan tak mengalami gangguan berarti selama tinggal di Kota Malang.

Baca Juga: Isu Pengusiran Warga Papua di Surabaya dan Jawa Timur Hoaks! 

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko bersama Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengadakan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa Papua (foto: Avirista M/Okezone)

"Sampai sejauh ini tetap aman dan nyaman saja beraktivitasnya. Bahkan teman - teman sudah bisa membaur dengan lingkungan dan warga sekitar," ungkap Nina.

Bahkan Nina berujar sejak ia tinggal dari tahun 2017 hingga saat ini tidak pernah ada intimidasi maupun tindakan dari warga lokal Malang yang membuat ia dan rekan - rekannya terancam.

"Tidak pernah mendapat intimidasi dari tahun 2017. Bahkan sama yang punya kos warga Malang sini sudah dianggap sebagai anak sendiri. Dijaga betul kami," tuturnya.

Namun ia tak menampik bila orang tua dan keluarga di Papua tampak khawatir dan beberapa kali berkomunikasi intensif menanyakan kabar dari isu - isu yang beredar.

"Memang orang tua tanya terus kondisi di sini (Malang). Takutnya kalau ada apa - apa. Tapi saya tekankan, saya aman dan tidak terjadi apa - apa. Hanya memang orang tua pesan jangan ikut demo - demo, cukup di kos saja," jelas mahasiswi asal Jayapura yang telah berada di Malang sejak 2017.

Hal serupa disampaikan Mauridz Jimmy Taran, mahasiswa Stisospol asal Jayapura semester 2 yang menyatakan Malang menjadi wilayah yang aman dan nyaman baginya dan rekan - rekan lainnya di Malang.

"Kami di sini aman - aman saja, kami harap saudara kami di Papua jangan mudah terprovokasi, supaya tidak mudah terpecah belah dari NKRI," tukas Mauridz.

Baca Juga: Bantah Pulangkan Mahasiswa Papua, Wakil Wali Kota Malang Siap Dipanggil Mendagri 

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko bersama Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengadakan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa Papua (foto: Avirista M/Okezone)

Sebelumnya pasca insiden bentrokan antara warga Malang dengan sekelompok mahasiswa Papua di Malang pada Kamis 15 Agustus 2019, dan insiden penyerangan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat 16 Agustus hingga Sabtu 17 Agustus 2019.

Dari insiden tersebut beredar beberapa kabar yang tak jelas kebenarannya sehingga memicu kerusuhan massal di beberapa tempat di Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini