Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepekan Uji Coba Perluasan Ganjil Genap, Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 21 Agustus 2019 |09:26 WIB
Sepekan Uji Coba Perluasan Ganjil Genap, Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik
Ilustrasi penerapan ganjil genap (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Perluasan ganjil genap di jalanan Jakarta diklaim Dinas Lingkungan Hidup berdampak positif mengurangi polusi di Ibu Kota. Kebijakan pembatasan ruas jalan bagi kendaraan itu diperluas dari sembilan jalan menjadi 25 jalan.

"Ini terbukti berdampak positif terhadap perbaikan kualitas udara," kata Kepala Dinas Lingungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih kepada wartawan, Rabu (21/8/2019).

Dia menyatakan, berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) di Bundaran Hotel Indonesia tercatat terjadi penurunan rata-rata konsentrasi polutan jenis PM 2.5 sebesar 12 ug/m3.

"Terjadi penurunan sebesar 18,9 persen dibandingkan pekan sebelum penerapan kebijakan tersebut," ujarnya.

Ilustrasi

Baca Juga: Tolak Ganjil-Genap, Ratusan Pengemudi Taksi Online Unjuk Rasa di Depan Balai Kota 

Sementara itu, untuk titik SPKU di Kelapa Gading mencatat terjadinya penurunan konsentrasi partikel debu halus berukuran 2.5 mikron atau PM 2.5 sebesar 7,57 ug/m3. “Ada penurunan sebesar 13,51 persen dibandingkan pekan sebelum penerapan perluasan sistem ganjil genap,” katanya.

Menurut dia, langkah ini bertujuan untuk mendorong partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil genap di wilayah yang terlayani angkutan umum massal.

“Kebijakan ini akan makin efektif, jika makin banyak warga yang beralih menggunakan transportasi umum massal,” kata Andono.

Baca Juga: Pengecualian pada Ganjil-Genap Timbulkan Perdebatan 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement