nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi, Tuntut Serangan di Stasiun Kereta Diusut

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 12:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 18 2095183 demonstran-hong-kong-bentrok-dengan-polisi-tuntut-pelaku-serangan-di-stasiun-kereta-diusut-jYCFLLN8W9.jpg Foto: Reuters.

HONG KONG – Ribuan warga Hong Kong pada Rabu menggelar demonstrasi di stasiun kereta yang menjadi lokasi serangan gerombolan bersenjata bulan lalu, menyuarakan kemarahan mereka karena belum ada pihak yang dituntut terkait kekerasan yang melukai puluhan korban itu.

Beberapa demonstran yang melakukan unjuk rasa di stasiun Yuen Long itu bentrok dengan dengan polisi, menyemprotkan alat pemadam api, sementara yang lainnya melumuri lantai dengan minyak goreng, bir dan deterjen, untuk menghalangi polisi masuk ke stasiun.

BACA JUGA: Gerombolan Bersenjata Serang Stasiun Kereta Hong Kong, Lukai Puluhan Orang

Demonstran juga memblokir pintu keluar stasiun dengan dengan tempat sampah, bilik, dan perabotan stasiun lainnya. Jalan-jalan di luar stasiun ditutup, dengan demonstran mengarahkan sinar laser ke arah polisi anti huru-hara.

Banyak di antara demonstran yang berada di dalam stasiun hanya duduk dengan tenang.

Demonstrasi itu memperingati insiden yang terjadi pada malam 21 Juli, ketika lebih dari 100 pria berkaos putih menyerbu stasiun Yuen Long beberapa jam setelah rombongan demonstran bergerak melalui pusat kota Hong Kong dan merusak Kantor Penghubung China - simbol utama otoritas Beijing.

Dengan menggunakan pipa dan pentungan, para pria itu menyerang para demonstran berpakaian hitam yang kembali dari pulau Hong Kong serta orang-orang yang lewat dan wartawan, melukai 45 orang. Banyak pihak menduga serangan itu didalangi oleh kelompok triad yang telah lama beraktivitas di Hong Kong.

Anggota triad pelaku pemukulan di Yuen Long, Hong Kong, 21 Juli 2019. (Foto: Reuters)

"Tidak mungkin untuk memprediksi ... Sangat mengecewakan bahwa selama beberapa minggu kemudian kami masih belum memiliki penyelidikan independen atas peristiwa-peristiwa itu," kata Anggota Parlemen Hong Kong, Lam Cheuk-ting yang menjadi korban dalam serangan tersebut kepada Reuters.

Insiden ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian demonstrasi yang digelar sejak Juni memprotes apa yang dirasakan oleh warga Hong Kong sebagai penggerusan kebebasan di wilayah bekas jajahan Inggris itu oleh Beijing.

BACA JUGA: Triad, Kelompok Kriminal yang Berperan dalam Sejarah China dan Hong Kong

Bentrokan yang terjadi juga menandai kembalinya kekerasan setelah menurunnya ketegangan menyusul pawai damai besar-besaran pada Minggu.

Kebuntuan antara demonstran dengan polisi itu berhenti sebelum pecahnya bentrokan penuh. Polisi menahan diri untuk tidak menggunakan gas air mata atau berusaha menyerbu ke barisan demonstran.

Hanya satu lemparan batu yang terlihat mengenai perisai polisi dalam bentrokan itu dan sebagian besar pengunjuk rasa pulang sebelum tengah malam.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini