Asap Tebal Selimuti Dumai, Siswa SD Dipulangkan

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 340 2097696 asap-tebal-selimuti-dumai-siswa-sd-dipulangkan-uEr0HjyHhL.jpg Kabut asap selimuti Pekanbaru, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta dan Tuanku Tambusai. (Foto : Ilustrasi/Dok Okezone.com/Banda Haruddin Tanjung)

PEKANBARU – Kabut asap yang menyelimuti Kota Dumai, Riau, telah mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Sejumlah sekolah akhirnya mengambil kebijakan untuk memulangkan siswanya lebih awal lantaran kabut asap.

Sekretaris Pendidikan Kota Dumai, Dedi mengatakan, sejumlah SD sudah mengonfirmasi memulangkan siswa karena kondisi asap. Hal ini dilakukan untuk memperhatikan kesehatan siswa didik.

"Hari ini yang sudah mengonfirmasi memulangkan siswa ada empat sekolah (SD-red)," kata Dedi kepada Okezone.com, Rabu (28/8/2019).

Namun, dia menegaskan, ada lebih dari empat sekolah yang memulangkan siswanya. Ini karena ada sebagian sekolah belum melapor ke Dinas Pendidikan, walau telah memulangkan anak didiknya.

Kabut asap di Pekanbaru, Riau. (Foto : Ilustrasi/Dok Okezone/Banda Haruddin Tanjung)

"Saya kira lebih empat sekolah. Karena saya juga dapat kabar sekolah di SD bagian Dumai Selatan, Dumai Barat, dan Dumai Timur juga memulangkan SD. Jadi, ada sebagian yang tidak mengonfirmasikan ke kita," tuturnya.

Pemulangan siswa saat kabut asap merupakan kebijakan masing-masing sekolah. Dinas Pendidikan Kota Dumai hanya merekomendasikan jika asap sudah pekat, sekolah boleh memulangkan siswa.

Namun, Dinas Pendidikan Kota Dumai meminta semua sekolah untuk mengonfirmasikan pemulangan siswa didik kepada orangtua atau wali murid. Hal ini demi menjaga keselamatan siswa didik.

"Jika orangtua murid tidak tahu ada pemulangan kan repot karena sebagian besar siswa diantar jemput keluarga. Jadi kalau ada pemulangan harus dikonfirmasikan lebih awal ke wali murid. Kalau tidak, siswa entah pergi ke mana-mana kan bisa bahaya. Sebagian sekolah sudah melakukan kebijakan, mengonfirmasi ke orangtua lebih awal, itu bagus. Jadi mereka bisa menjemputnya," tuturnya.


Baca Juga : Dumai Diselimuti Asap Karhutla, Penerbangan Terganggu

Walau siswa dipulangkan, Disdik Kota Dumai menegaskan kepala sekolah maupun guru tetap harus di sekolah." Walau tanpa siswa, mereka harus tetap di sekolah. Mereka harus mengerjakan kurikulum. Banyak tugas untuk mereka," katanya.

Selain aktivitas belajar-mengajar, kabut asap juga sudah mengganggu penerbangan di Kota Industri-julukan Dumai. Tadi pagi jarak pandang di Kota Dumai hanya 800 meter.


Baca Juga : BMKG Nilai Udara Pekanbaru Tidak Sehat Akibat Asap

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini