nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Berita Bohong yang Disebarkan Tri Susanti hingga Memicu Rasisme di Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 14:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 29 519 2098124 ini-berita-bohong-yang-disebarkan-tri-susanti-hingga-memicu-rasisme-di-surabaya-OoPHo8JxUf.jpg Gelar perkara penetapan tersangka Tri Susanti (Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim telah menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks. Penyebaran hoaks itu dilakukan terkait aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10 Surabaya.

Akibat penyebaran berita bohong itu menimbulkan kerusuhan dan kericuhan. Dalam kasus tersebut, polisi sudah memeriksa 29 saksi. Dimana meliputi saksi dari masyarakat sebanyak 22 orang, dan ahli berjumlah 7 orang.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya menunjukkan salah satu screenshoot berita bohong yang disebarkan tersangka saat melakukan wawancara dengan awak media TV INews.

Tri Susanti (Depan)

Di mana kalimatnya berbunyi: "Setelah ditinggal ternyata bendera tersebut dirobek, dimasukkan ke selokan dan dipatah-patahkan, lha ini yang akhirnya menimbulkan amarah dari ormas dan masyarakat Surabaya".

Serta sreenshoot yang bertuliskan: "Mohon perhatian urgent kami butuh bantuan massa karena anak Papua akan melakukan perlawanan dan telah siap dengan senjata tajam dan panah. PENTING PENTING PENTING". Kalimat ini di-posting tersangka di akun group WA INFO KB FKPPI pada 17 Agustus 2019.

Baca Juga: Mengenal Tri Susanti, Mantan Caleg Gerindra Tersangka Rasisme ke Mahasiswa Papua

"Padahal tidak demikian. Bendera tidak robek, tiang yang patah. Berita hoaks ini memicu terjadinya kericuhan," terang Cecep pada wartawan saat jumpa pers di ruang Humas Polda Jatim, Kamis (29/8/2019).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini