nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

26% Ikan di Laut Terkontaminasi Sampah Plastik

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 20:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 03 525 2100265 26-ikan-di-laut-terkontaminasi-sampah-plastik-bctlME10b0.jpg Sampah plastik di pesisir Cirebon dibersihkan (Foto: Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Keberadaan sampah plastik saat ini tidak hanya dijumpai di daratan saja, tapi juga sudah menyebar luas ke daerah pesisir hingga ke laut lepas. Masalah sampah plastik jadi persoalan serius yang harus segera dibenahi, pasalnya bisa menjadi ancaman serius untuk ekosistem yang ada.

Plt Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Agung Kuswamdono mengatakan sampah plastik yang berada di laut lepas bisa merusak tempat tinggal biota laut, yakni koral atau terumbu karang.

Ilustrasi (Foto: Reuters)

Dijelaskan Agung, jika zat mikroplastik yang ada pada sampah plastik bisa menutupi koral atau terumbu karang. Terumbu karang yang sudah tertutup oleh zat mikroplastik tersebut nantinya akan rusak dan mati.

"Laut ini kalau terkotori nanti ikan-ikannya tidak akan hidup. Tempat tinggalnya atau koralnya akan rusak karena tertutup plastik, tercampur plastik. Atau mikroplastik tadi akan menutupi koral, koralnya akan ikut mati nanti, " ujar Agung, kepada wartawan di Pantai Area Jalan Ambon, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019).

Selain merusak tempat tinggal ikan, Agus menyebut, zat mikroplastik juga ternyata bisa mengancam kesehatan. Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 26 persen ikan yang berada di perairan Indonesia sudah mengkonsumsi mikro plastik.

Baca Juga : Wakil Kepala Dishub Dilantik Jadi Wali Kota Jakarta Utara

Baca Juga : Pegawai Dishub DKI Dilarang Naik Kendaraan Pribadi Setiap Rabu
 

Dikatakan Agus, saat ikan-ikan yang sudah terkontaminasi mikroplastik itu kemudian dikonsumsi oleh manusia, maka gangguan kesehatan serius bisa saja terjadi.

"Sekitar 26 persen ikan di Indonesia memakan mikroplastik. Ini akan sangat berbahaya, apabila ikan itu nantinya dikonsumsi oleh ibu-ibu yang sedang hamil, dikhawatirkan anak yang akan dilahirkan nantinya bisa bermasalah. Baik itu bermasalah pada kecerdasannya atau bermasalah pada fisiknya," tuturnya.

Dalam menanggulangi permasalahan sampah plastik ini, Agus menegaskan pemerintah telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah kegiatan sapu bersih sampah di pantai-pantai. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kemenko Maritim bersama pemerintah Republik Korea Selatan.

"Pendekatannya seperti ini. Kita datang ke daerah, pemerintah daerahnya kita ajak, untuk kita tularkan wawasan lingkungan ini. Supaya nantinya tanpa pemerintah pusat pun kegiatan ini bisa dilakukan, karena daerah harus mengerjakan daerahnya masing-masing," kata dia.

Sampah plastik di pesisir Cirebon dibersihkan (Foto: Okezone.com/Fathnur)

Sementara itu di tempat yang sama, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia yakni Chang Beom Kim mengatakan, jika penyelesaian permasalahan sampah plastik ini bukan hanya tanggung jawab satu negara saja. Melainkan, tanggung jawab bersama seluruh manusia yang ada di Bumi.

"Ini bukan tantangan satu negara saja. Tapi tantangan kita sebagai warga bumi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini