nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerusuhan dan Penjarahan Meluas di Afsel, Warga Asing Jadi Target Kekerasan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 14:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 04 18 2100541 kerusuhan-dan-penjarahan-meluas-di-afsel-warga-asing-jadi-target-kekerasan-ovEYXTeZOr.jpg Foto: AFP.

JOHANNESBURG - Polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet untuk menenangkan kekerasan, penjarahan, dan kerusuhan yang pecah di seantero Afrika Selatan. Sejauh ini lebih dari 90 orang telah ditangkap.

Para perusuh menjarah toko-toko, membangun barikade yang dibakar di jalan-jalan dan terlibat dalam perkelahian jalanan dengan polisi, di saat serangan terhadap imigran dan bisnis milik asing meningkat. Pekan ini saja, sekira 50 bisnis di asing di Afrika Selatan telah dijarah dan dirusak oleh para perusuh. Ini adalah kedua kalinya kekerasan semacam itu pecah di Afrika Selatan dalam sepekan terakhir.

BACA JUGA: Afsel Akan Sahkan UU Perampasan Tanah Petani Kulit Putih

David Tembe, Kepala Departemen Kepolisian Metro Johannesburg (JMPD) mendesak pengendara untuk berhati-hati di jalan raya dan menghindari area Jalan Maritzburg.

"Kami telah menstabilkan situasi dan menangkap beberapa puluh orang," kata Juru Bicara Kepolisian Johannesburg, Wayne Minaar sebagaimana dilansir RT, Rabu (4/9/2019).

"Kami tidak dapat mengonfirmasi angka terakhir sekarang tetapi mereka akan dikenakan tuntutan untuk kekerasan publik... Ada juga tuduhan percobaan pembunuhan yang sedang diselidiki."

Gelombang kekerasan di Afrika Selatan bermula sejak pekan lalu di Pretoria, ibu kota administrasi negara itu setelah seorang sopir taksi dilaporkan ditembak mati oleh seorang pengedar narkoba yang diduga, yang merupakan warga negara asing.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa kerusuhan saat ini dimulai setelah kebakaran di sebuah gedung yang menewaskan tiga warga, sementara yang lain berspekulasi bahwa, perasaan putus asa karena angka pengangguran yang tinggi telah menyulut kekerasan.

Menteri Kepolisian Afrika Selatan, Bheki Cele menyatakan penjarahan Johannesburg sebagai keadaan darurat nasional.

Kerusuhan itu terjadi di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara pihak berwenang dan warga negara asing atas upaya luas untuk menutup bisnis yang dioperasikan secara ilegal, termasuk taksi dan truk komersial.

Pengemudi truk dan bus telah diperingatkan oleh Asosiasi Pedagang Lintas Batas Internasional bahwa mereka mungkin menjadi sasaran serangan, karena situasi yang terus memburuk.

Sementara itu Kementerian Transportasi dan Komunikasi Zambia telah mengeluarkan instruksi yang meminta pengemudi truk dan bus Zambia untuk memarkir kendaraan mereka dan menghindari bepergian ke atau melalui Afrika Selatan di saat gelombang kekerasan berlanjut.

BACA JUGA: Baku Hantam antar Anggota Pecah di Tengah Pertemuan Parlemen Afsel

Gelombang kekerasan karena xenophobia yang terus menerus terjadi di Afrika Selatan telah banyak dikecam oleh para politisi dan organisasi hak asasi manusia.

Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama menggambarkan situasi itu "memuakkan dan menyedihkan" sementara juga mengutuk "perlindungan polisi yang tidak efektif."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini