nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buntut Kerusuhan Anti-Warga Asing, Afsel Tutup Kedutaannya di Nigeria

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 05 18 2101146 buntut-kerusuhan-anti-warga-asing-afsel-tutup-kedutaannya-di-nigeria-AAR5rCJxjt.jpg Foto: Reuters.

ABUJA - Afrika Selatan telah menutup kedutaannya di Ibu Kota Nigeria, Abuja dan misi diplomatiknya di kota pusat perekonomian Lagos. Langkah itu dilakukan menyusul kekhawatiran akan pembalasan terhadap bisnis dan warga negara Afrika Selatan terkait kekerasan xenofobik yang pecah awal pekan ini di kota-kota Afrika Selatan, termasuk Johannesburg.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Naledi Pandor mengatakan bahwa ancaman terhadap staf diplomatik Afrika Selatan di Nigeria membuatnya memerintahkan penutupan kedutaan di Lagos dan misi diplomatik di Lagos.

BACA JUGA: 300 Orang Ditangkap Imbas Kerusuhan Anti-Warga Asing di Afrika Selatan

"Setelah menerima laporan dan ancaman dari beberapa warga Nigeria, kami memutuskan untuk sementara waktu menutup (kedutaan) sambil kami menilai situasinya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, Lunga Ngqengelele kepada AFP. Misi diplomatik itu telah ditutup pada Rabu.

Pada Senin dan Selasa, bisnis milik Afrika Selatan menjadi sasaran para demonstran di beberapa kota Nigeria. Raksasa telekomunikasi Afrika Selatan, MTN, menutup toko-tokonya sebagai tindakan pencegahan.

Sampai berita ini diturunkan, sedikitnya tujuh orang telah tewas dalam kerusuhan di Afrika Selatan, tetapi tidak ada satu pun korban yang diidentifikasi sebagai orang Nigeria. Namun, video dan foto yang dibagikan di media sosial yang dimaksudkan untuk menunjukkan orang Nigeria diserang dan dibunuh telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

BACA JUGA: Kerusuhan dan Penjarahan Meluas di Afsel, Warga Asing Jadi Target Kekerasan

Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama telah mengonfirmasi tidak ada warga Nigeria yang terbunuh dalam kerusuhan di Afrika Selatan. Namun, dia mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan untuk menarik komisaris tingginya dari Afrika Selatan dan menuntut kompensasi penuh untuk bisnis milik warga Nigeria yang telah dirusak.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari telah mengirim utusan ke Afrika Selatan untuk "menyatakan ketidaksenangan Nigeria atas perlakuan terhadap warga negaranya".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini