Pada Senin dan Selasa, bisnis milik Afrika Selatan menjadi sasaran para demonstran di beberapa kota Nigeria. Raksasa telekomunikasi Afrika Selatan, MTN, menutup toko-tokonya sebagai tindakan pencegahan.
Sampai berita ini diturunkan, sedikitnya tujuh orang telah tewas dalam kerusuhan di Afrika Selatan, tetapi tidak ada satu pun korban yang diidentifikasi sebagai orang Nigeria. Namun, video dan foto yang dibagikan di media sosial yang dimaksudkan untuk menunjukkan orang Nigeria diserang dan dibunuh telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara.
BACA JUGA: Kerusuhan dan Penjarahan Meluas di Afsel, Warga Asing Jadi Target Kekerasan
Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama telah mengonfirmasi tidak ada warga Nigeria yang terbunuh dalam kerusuhan di Afrika Selatan. Namun, dia mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan untuk menarik komisaris tingginya dari Afrika Selatan dan menuntut kompensasi penuh untuk bisnis milik warga Nigeria yang telah dirusak.
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari telah mengirim utusan ke Afrika Selatan untuk "menyatakan ketidaksenangan Nigeria atas perlakuan terhadap warga negaranya".
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.