nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Ekonomi Brasil Sebut Ibu Negara Prancis Jelek

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 15:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 06 18 2101476 menteri-ekonomi-brasil-sebut-ibu-negara-prancis-jelek-N8L0EVAWmf.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron dan ibu negara Brigitte Macron. (Foto/Reuters)

BRASILIA - Seorang menteri Brasil mengatakan ibu negara Prancis Brigitte Macron benar-benar jelek.

Komentarnya itu hanya beberapa hari setelah Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengejek penampilan istri Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Menteri ekonomi Brasil Paulo Guedes mengatakan dia setuju dengan komentar Presiden Jair Bolsonaro.

"Presiden benar soal itu," katanya dalam sebuah forum ekonomi di Brasil mengutip AFP, Jumat (6/9/2019). "Wanita itu benar-benar jelek," kata dia merujuk Brigitte Macron.

Foto/Reuters

Namun usai mengejek, seorang stas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Guedes meminta maaf atas lelucon yang dia buat.

Baca juga: Bertengkar dengan Macron, Presiden Brasil Ogah Pakai Pulpen Buatan Prancis

Baca juga: Brasil Tolak Bantuan G7, Sindir Macron Atas Kebakaran Notre Dame

Bolsonaro mendapat kecaman pada minggu lalu ketika dia mengomentari sebuah foto yang diunggah Facebook yang menyebutkan bahwa istri Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak secantik istrinya, Michele Bolsonaro.

Foto/Reuters

Bolsonaro menulis "Jangan mempermalukan pria itu, ha ha" dalam kolom komentar sebuah unggahan yang bertuliskan, "Sekarang Anda mengerti mengapa Macron menganiaya Bolsonaro" yang juga menampilkan foto ibu negara Prancis dan Brasil.

Presiden Prancis menyebut perilaku Bolsonaro "sangat tidak sopan" dan presiden Brasil itu kemudian menghapus komentarnya.

Brasil dan Prancis telah berselisih dalam beberapa pekan terakhir terkait penanganan kebakaran di Amazon, hutan hujan terbesar di dunia, yang sangat penting untuk iklim.

Data dari Badan Penelitian Luar Angkasa Brasil (INPE), sebaran titik api di hutan Amazon meroket 80 persen pada tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Sekitar 2.500 tentara dan 15 pesawat, termasuk dua C-130 Hercules, telah dikerahkan untuk memadamkan kebakaran.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini