Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPAI, PB Djarum dan Pertaruhan Prestasi Bulutangkis

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 10 September 2019 |07:32 WIB
KPAI, PB Djarum dan Pertaruhan Prestasi Bulutangkis
(Foto: laman resmi PB Djarum)
A
A
A

Susy juga menilai Audisi Umum PB Djarum telah membantu para orang tua yang secara ekonomi kurang mampu untuk menyalurkan bakat bulutangkis anaknya. Lewat audisi, anak-anak bisa mengembangkan bakat dan mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

“Saya sendiri dulu pernah ikut audisi untuk bisa masuk PB Djarum di Semarang, walaupun akhirnya orang tua saya memutuskan untuk saya berlatih di Jakarta saja. Tetapi saya tahu betul jika ajang pencarian bakat bulutangkis ini sangat berarti sekali,” ujar Susy, seperti yang dikutip dari laman resmi PB Djarum, Senin (9/9).

Pengamat bulu tangkis, Broto Happy juga menyayangkan penghentian audisi tersebut. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjaga prestasi dan supremasi bulutangkis di Indonesia. Dari audisi ini, PB Djarum bisa turut menyubangkan atlet-atlet berbakat ke pelatnas.

“Jadi, kalau soal murni audisinya, menurut saya jangan berhenti. Kalau memang terpaksa harus dihentikan, sangat disayangkan itu karena lewat audisi bisa menjaring bibit dari seluruh pelosok Tanah Air. Itu Jadi sangat disayangkan kalau Djarum benar-benar akhirnya menghentikan audisi,” ujar Broto kepada Okezone, Senin (9/9).

Selain itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono menyesalkan penilaian KPAI yang menganggap ada unsur eksploitasi anak pada audisi umum beasiswa bulutangkis oleh PB Djarum.

Justru sebaliknya, Juliyatmono menilai apa yang dilakukan oleh PB Djarum sangat luar biasa, kepedulian terhadap bulutangkis tak perlu diragukan lagi.

Apalagi, dari audisi bulutangkis yang digelar, muncul Ribka Sugianto, atlet bulutangkis asal Karanganyar yang saat ini telah masuk dalam Pelatnas Bulutangkis nasional.

Menurut Juliyatmono, pihaknya sudah bertemu dengan pihak PB Djarum karena kabupaten yang dipimpinnya terpilih kembali menjadi salah satu lokasi sirkuit audisi bulutangkis yang akan digelar pada Oktober 2019.

Twitter PB Djarum.

Dalam pertemuan itu, ungkap Juliyatmono, pihak PB Djarum sepakat untuk menghilangkan nama prodak di kaus yang dikenakan semua perserta audisi.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati menilai perhatian KPAI terkait dengan sorotan dugaan eksploitasi anak dalam proses audisi calon atlet dapat dimaklumi. Pasalnya, paparan rokok terhadap usia anak juga berada di angka yang mengkhawatirkan. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 anak-anak usia 10-18 tahun yang merokok telah mencapai 3,9 juta dan mengalami tren peningkatan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement