Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPAI, PB Djarum dan Pertaruhan Prestasi Bulutangkis

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 10 September 2019 |07:32 WIB
KPAI, PB Djarum dan Pertaruhan Prestasi Bulutangkis
(Foto: laman resmi PB Djarum)
A
A
A

Namun dia menekankan, ikhtiar berbagai pihak dalam memajukan olahraga di Indonesia juga harus mendapat apresiasi dan dorongan. Reni menambahkan, perlu mengkompromikan antara kepentingan komersil dengan kepentingan pembinaan olahraga di sisi yang lain.

Solusi Jalan Tengah

Broto Happy menilai perlu ada jalan tengah yang diambil PB Djarum dan KPAI agar beasiswa bulutangkis bisa terus berjalan. Ia pun turut memberi win-win solution yang bisa digunakan kedua belah pihak untuk mengatasi polemik tersebut.

Menurutnya, KPAI seharusnya tak melarang penyelenggaraan audisi karena kegiatan tersebut memiliki tujuan yang positif. Untuk mengatasi masalah brand image produk rokok yang dianggap melekat dalam audisi tersebut, KPAI bisa meminta pihak PB Djarum mengubah regulasi, terutama dalam penggunaan kaus para peserta audisi yang dianggap sarat dengan produk.

Pihak PB Djarum memiliki dua cara untuk mengatasi masalah ini. Pertama, mereka bisa membebaskan para peserta untuk mengenakan kaus dari klub masing-masing selama audisi. Dengan begitu, brand image soal produk rokok bisa teratasi.

“Audisinya bagus, cuma KPAI harusnya lebih fokus ke soal kaus, (soal tulisan) yang ada di dada pemain karena seringnya berupa produk tembakau dan produk tersebut termasuk yang mungkin tidak boleh untuk anak-anak. Ini win-win solution-nya, kalau Djarum mau, sebenarnya peserta audisi itu bisa menggunakan kaus asal klub mereka masing-masing. Itu bisa disiasati jika KPAI (menyoroti) soal adanya brand image di kaus pemain,” lanjutnya.

Twitter PB Djarum.

Saran kedua yang diutarakan Broto adalah mengenakan kaus dengan sponsor anak perusahaan Djarum. Untuk menjaga kemeriahan audisi, PB Djarum bisa tetap menyeragamkan pakaian para peserta audisi. Tetapi, sponsor bisa menggunakan anak perusahaan dari PB Djarum yang nontembakau.

Sedangkan Reni Marlinawati mengingatkan, misi komersil oleh pihak swasta dalam dukungan terhadap kegiatan olahraga juga harus mempertimbangkan koridor umum dan kepentingan lainnya. "Notifikasi oleh KPAI harus ditempatkan dalam perspektif yang luas, komprehensif dan holistik," tegas Reni.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement