"Apakah ini tidak disebut sebagai pemanfaatan anak untuk mempromosikan dan memperkenalkan rokok kepada anak-anak dan bukankah ini sebagai iklan terselubung," ucap Arist.
Arist juga menyayangkan sikap Menpora yang terkesan membela industri rokok ketimbang perlindungan terhadap anak-anak dengan mendukung audisi bulu tangkis PB Djarum terus berlanjut.
"Ironis memang. Dalam polemik ini justru Menpora terkesan dalam suratnya itu membela kepentingan industri rokok dan gagal paham terhadap ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta PP Nomor 109 Tahun 2012," tuturnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.