nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oknum Polisi Jadi Guru Ngaji, Malah Cabuli 5 Santriwati

Amir Sarifudin , Jurnalis · Kamis 12 September 2019 22:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 12 340 2104173 oknum-polisi-jadi-guru-ngaji-malah-cabuli-5-santriwati-EBGbdfnUTy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BALIKPAPAN - Seorang oknum polisi aktif di lingkungan Polda Kaltim berinisial AS (40) diduga menjadi pelaku tindak pencabulan. AS yang merupakan guru ngaji ini mencabuli lima santriwatinya di kediamannya di kawasan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan.

Kasus ini masih didalami pihak berwajib. Diketahui kelima korban yakni SN (10), IM (12), NA (9), SA (7) dan KI (11), mereka masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tindak pencabulan AS terbongkar saat salah seorang korban memberanikan diri mengadu kepada orang tuanya. Hingga akhirnya santri tersebut tidak mengikuti lagi pengajian AS dan mengadukannya kepada Ketua RT setempat. Sang Ketua RT terkejut lantaran AS merupakan tokoh agama sekaligus anggota polisi yang disegani di lingkungannya.

"Pas saya tahu dari orang tuanya saya kaget mas, sebab dia (AS) kan guru ngaji jadi kami nggak nyangka aja. Korbannya bukan hanya satu, ada lima warga saya yang menjadi korban," kata Nasrudin, Ketua RT Setempat ditemui di kediamannya (12/9/2019).

Ilustrasi Shutterstock

Kejadian tersebut juga dibenarkan oleh Kanit PPA Polres Balikpapan, Iptu Kusmanto. Dimana pihaknya memang menerima laporan terkait tindakan pencabulan yang dilakukan oleh AS pada Senin lalu (9/9/2019).

Namun Kusmanto mengatakan pihaknya telah melimpahkan kasus ini kepada Polda Kaltim lantaran pelaku merupakan anggota Polda Kaltim. "Iya ada laporan yang guru ngaji itu. Tapi itu sudah dilimpahkan ke Polda karena pelaku merupakan anggota Polda Kaltim," ujar Kusmanto.

Sebanyak lima korban tersebut lantas mendapatkan pendampingan psikologi dari UPTD PPA Balikpapan. Di mana pada Senin 9 September 2019. Mereka telah di BAP oleh pihaknya dan mendapati kronologi kejadian tindakan cabul itu.

Baca Juga : Kisah Bocah SD Rawat Ibu Kandungnya yang Sakit Stroke

Baca Juga : Tahlilan 40 Hari untuk BJ Habibie Digelar seperti Berpulangnya Ainun

Di mana keterangan dari korban bahwa ia mendapatkan tindakan cabul sebelum bulan puasa lalu. Korban disuruh memegang dan memainkan alat kelamin pelaku beberapa kali.

"Hasil assessment awal kami itu kelimanya mengatakan dia disuruh memegang alat kelaminnya dan sambil dianuin. Tindakan ini dilakukan dirumah pelaku usai mengaji, tapi ada juga yang dilakukan di hotel," kata Kepala UPTD PPA Balikpapan, Esti Santi Pratiwi ditemui dikantornya di Jalan Milono, Balikpapan.

Esti mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kelima korban serta orang tuanya. Pihaknya tentu akan melakukan pendampingan psikologi sang anak dan menuntut agar pelaku segera diproses hukum.

"Kami tentu akan lakukan pendampingan psikologinya bahkan sampai pendampingan saat persidangan nanti. Untuk saat ini kami masih melakukan pendalaman apakah korban ada mengalami tindakan lainnya atau tidak. Yang saya khawatirkan itu masih ada korban lainnya yang belum melapor," tuturnya.

Untuk diketahui, AS dikenal pribadu yang baik dan dihormati di lingkungannya lantaran merupakan tokoh agama sekaligus anggota kepolisian. Ia sering mengisi giat keagamaan serta membuka pengajian bagi anak-anak yang ingin belajar ngaji. Pengajian AS telah berjalan sekira satu tahun lebih. AS bahkan dikenal sebagai Qori dan pernah mengikuti lomba mengaji di berbagai ajang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini